Dinkes Sukabumi Tetapkan KLB Keracunan Massal Daging Kurban

Jakarta (LR) –  Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menetapkan kasus keracunan sate kambing 36 warga di Kampung Pasirangin merupakan kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah korbannya lebih dari dua orang.

Sampai Sabtu (2/9), berdasarkan data Dinkes Kabupaten Sukabumi hingga pukul 22.00 WIB yang didapat Antara, korban keracunan sebanyak 36 warga.

Mayoritas korban berasal dari Kampung Pasirangin Tengah dan Benteng, Desa Sukajaya, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.

“Kasus keracunan di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug ini masuk dalam KLB dan seluruh korbannya sudah ditangani secara medis,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid, Sabtu.

Seluruh biaya pengobatan korban keracunan ditanggung Pemerintah Kabupaten Sukabumi alias gratis sesuai aturan kasus KLB.

Selain itu, Dinkes Sukabumi juga sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan masal dan sudah dibawa ke laboratorium Provinsi Jabar tinggal menunggu hasilnya.

“Saat ini kami fokus penanganan korban untik memulihkan kembali kesehatannya. Dan diharapkan seluruh korban bisa sehat lagi,” tambah Harun.

Camat Cicurug Agung Gunawan mengatakan sebelum prosesi penyembelihan hewan kurban, pihaknya telah menyosialisasikan kepada warga agar dalam pengolahannya dilakukan dengan higienis mulai dari perabotannya hingga bumbunya.

Para korban telah mendapatkan perawatan. Sebanyak 29 korban tercatat dirawat di Puskesmas Cicurug dan sisanya dirujuk ke Rumah Sakit Betha Medicare karena kondisinya kritis.

“Semua korban sudah ditangani dan sebagian ada yang pulang karena kondisi kesehatannya membaik. Tim medis pun memberikan obat antibiotik dan memberikan cairan infus,” kata Agung.

Sementara itu Polres Sukabumi masih menyelidiki kasus keracunan massal tersebut.

Kapolres Sukabumi AKBP M. Syahduddi mengatakan pihaknya sudah ke lokasi kejadian untuk mengambil sampel makanan dan memintai keterangan dari sejumlah saksi termasuk korban.

Menurut dia, dugaan awal keracunan itu usai puluhan warga menyantap satai kambing kurban, Jumat (1/9) malam. Namun, warga mulai merasakan gejalanya, seperti muntah, pusing, lemas, hingga buang air, pada hari Sabtu.

Untuk memastikan penyebab keracunan tersebut, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium. “Tim masih di lokasi untuk melakukan pendataan,” kata Syahduddi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas