Banyak Festival, Jumlah Wisman Ke Indonesia Tembus 1,35 Juta

Jakarta (LR) – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia meningkat sampai 1,35 juta pada Juli 2017. Data ini diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia ini disebabkan karena banyaknya perhelatan festival daerah.

Angka ini meningkat 21,57 persen bila dibandingkan dengan Juni 2017, yang hanya mencapai 1,16 juta kunjungan. Bila dibandingkan dengan Juli 2016, meningkat 30,85 persen dari 1,03 juta kunjungan.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, setidaknya ada dua festival yang digelar di Jawa Tengah yang sukses mengerek jumlah wisman pada Juli lalu.

“Ada beberapa event (acara) yang terjadi, misalnya ada Borobudur Internasional Festival dan ada Solo Batik Karnival,” ujar pria yang disapa Ketjuk ini di kantor BPS, Selasa (2/5).

Alhasil, jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui Bandar Udara Adi Sucipto meningkat hingga 107,23 persen secara bulanan pada Juli lalu, yaitu mencapai 13,5 ribu kunjungan. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 20,86 persen.

Padahal, pada Juni 2017 hanya 6,52 ribu kunjungan dan Juli 2016 hanya sebanyak 11,2 ribu kunjungan.

Begitu pula dengan Bandar Udara Adi Sumarmo, yang jumlah kunjungan wismannya melejit 79,39 persen secara bulanan menjadi 0,59 ribu kunjungan. Sedangkan di Juni 2017 hanya 0,33 ribu kunjungan.

Namun, secara tahunan, jumlahnya masih kalah dibandingkan Juli 2016 yang mencapai 0,69 ribu atau pertumbuhannya terkontraksi 13,58 persen.

Bersamaan dengan peningkatan jumlah kunjungan tersebut, tercatat pula peningkatan di dua pintu utama masuknya wisman, yaitu Bandar Udara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Ngurah Rai.

Soekarno Hatta meningkat 73,77 persen secara bulanan menjadi 274,8 ribu kunjungan dan di Ngurah Rai, jumlahnya meningkat 17,4 persen menjadi 591,2 ribu kunjungan.

Kendati begitu, untuk pintu masuk utama ketiga, di Bandar Udara Hang Nadim di Batam jumlah wismannya justru menurun, yaitu hanya 117,3 ribu atau turun 6,74 persen.

“Kenaikan tertinggi ada di Soekarno Hatta, diikuti Ngurah Rai. Sementara di Batam, secara bulanan justru negatif,” imbuh Ketjuk.

Berdasarkan negara penyumbang, Indonesia mendapat banyak suntikan wisman dari China sebanyak 214,57 ribu wisman atau meningkat 15,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya, 153,93 ribu wisman.

Sedangkan penurunan aliran wisman berasal dari Australia yang hanya menyumbang 117,66 ribu wisman, atau turun dibandingkan bulan sebelumnya 122,86 ribu wisman.

Sementara, tiga negara besar lain yang memberi sumbangan wisman, yakni Singapura 109,21 ribu wisman, Malaysia 94,4 ribu wisman, dan Jepang 48,79 ribu wisman. (cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas