Sayuran Paling ‘Berbahaya’ Menurut Penelitian

Jakarta (LR) — Hampir semua dokter atau ahli gizi mengatakan sayur adalah asupan sehat untuk tubuh. Tak dimungkiri, kandungan vitamin dan mineral di dalamnya memang berefek baik untuk tubuh.

Meski demikian, nyatanya tak semua sayuran memiliki efek baik untuk bobot tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Harvard’s T.H. Chan School of Public Health mengungkapkan bahwa ada jenis sayur yang ternyata bisa meningkatkan berat badan.

Dalam penelitian tentang diet harian sekitar 130.000 orang dewasa berusia di atas 20 tahun, para penelitian mencatat makanan para peserta selama seminggu selama empat tahun. Mereka juga mencatat berat badan para peserta.

Penelitian ini menunjukkan sayuran yang mengarah pada kenaikan berat badan alias sayuran paling tidak sehat dari semua yang tersedia.

Berdasar penelitian, peserta yang mengkonsumsi sayuran bertepung lebih banyak, seperti jagung, kentang, dan kacang polong justru lebih cenderung untuk menambah berat badan.

“Jagung adalah yang terburuk. Jagung bisa menaikkan berat badan sampai 0,9 kg per saji selama empat tahun,” tulis penelitian tersebut, dikutip dari Byrdie.

Ungkapan tersebut memiliki alasan yang kuat, ternyata makanan bertepung ini memiliki kadar glikemik yang lebih tinggi, menghasilkan lonjakan gula darah yang sering dan intens setelah mereka makan. Pada akhirnya hal ini akan menimbulkan rasa ketagihan dan ingin makan lebih banyak lagi.

Sebaliknya, peserta yang mengonsumsi banyak sayuran berserat tinggi, seperti kangkung dan kacang panjang, lebih mungkin menurunkan berat badan. (cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas