BPBD Sumsel : Hotspot Masih Rendah

Palembang (LR) — Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan,  menyebutkan meski cuaca beberapa hari terakhir cenderung panas dan tidak turun hujan, namun titik api (Hotspot) di Provinsi di Sumsel sampai awal September  2017 cenderung menurun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah, kamis (07/09/2017)  menyampaikan pihaknya tetap siagakan posko-posko karhutla yang ada di lapangan. Hal itu dilakukan untuk memantau perkembangan yang ada diwilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Menurutnya, hingga saat ini semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di sumsel selalu berkoordinasi dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan.

“Posko-posko karhutla kita tetap siaga dilapangan, yang berada di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan maupun posko-posko yang berada di HTI dan perkebunan,” jelas Iriansyah.

Disampaikannya Posko karhutla provinsi juga tetap memonitor perkembangan posko yang berada di lapangan. Untuk antisipasi satgas karhutla tetap menyiapkan helikopter water bombing, ketika ada satu saja titik api akan langsung padamkan.

“Inilah prinsip kita satu saja titik api, sekecil apapun titik api langsung kita padamkan. Operasi pemadaman juga bersama-sama dengan operasi yang berada di dara,” tegasnya.

Ditambahkannya, Upaya pemadaman karhutla secara bersama-sama semua pihak seperti TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api ditempat dimana desa rawan karhutla sering terjadi.

“Untuk daerah yang menjadi langganan karhutla kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib dalam hal ini polisi. Didaerah itu sudah menjadi kebiasaan membuka lahan perkebunan dengan membakar oleh karena itu kita berusaha mencegah dengan menyebar informasi larangan membuka perkebunan dengan cara membakar,” katanya.

Kerjasama semua pihak mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Camat sampai kepala desa terjalin dengan baik sehingga sampai saat ini karhutla dan kabut asap terkendali.

“Sampai saat ini belum terjadi kabut asap di Sumsel itu dilihat dari Indek standar Pencemaran Udara (ISPU) yang masih dibawah 50 dan juga jarak pandang lebih dari 10 kilometer yang artinya baik,” urainya.

Iriansyah berharap Karhutla dan kabut asap di sumsel tetap terkendali, oleh karenanya kondisi ini akan tetap dijaga jangan sampai terjadi karhutla dan menyebabkan kabut asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas