AS: Pasukan Keamanan Myanmar Tak Lindungi Warga Sipil

Lentera Rakyat – Aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, terus menuai kecaman. Setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menegaskan apa yang terjadi di Rakhine adalah contoh tertulis pembersihan etnis, kini pemerintah Amerika Serikat resmi mengecamnya.

Melalui pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih, pemerintah AS mengaku terusik dan meminta pemerintah Myanmar segera mengambil tindakan. “Amerika Serikat sangat terusik oleh krisis yang sedang berlangsung di utara negara bagian Rakhine, yang mengakibatkan 300.000 orang terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka,” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan itu juga menegaskan, sekali lagi mengecam serangan-serangan tersebut dan tindak kekerasan yang terjadi setelahnya.

Peristiwa yang mengakibatkan penelantaran besar-besaran serta telah memakan korban ini, termasuk sejumlah besar komunitas etnik Rohingya dan minoritas lainnya, menurut pernyataan itu, menunjukkan bahwa pasukan keamanan Myanmar tidak melindungi warga sipil.

“Kami merasa khawatir akan dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan di luar hukum, pembakaran desa, pembantaian, dan pemerkosaan, baik oleh aparat keamanan maupun oleh warga sipil yang bertindak dengan persetujuan aparat keamanan. Kami mengimbau pihak keamanan Myanmar untuk menghormati aturan hukum, menghentikan kekerasan dan mengakhiri penelantaran warga sipil dari masyarakat,” tulis pemerintah AS melalui siaran pers yang diterima VIVA.co.id, pada Rabu, 13 September 2017.

Pemerintah AS  juga mendesak pasukan keamanan Myanmar untuk bekerja sama dengan pemerintahan terpilih melaksanakan rekomendasi yang diajukan oleh Komisi Rakhine.

AS juga mengaku menyambut baik komitmen pemerintah Myanmar untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada para korban sesegera mungkin, dan mendesak pemerintahan tersebut untuk mengizinkan akses kepada media ke wilayah yang terkena dampak kekerasan secepatnya.

“Sebagian besar dari mereka yang telantar akibat kekerasan telah mengungsi ke negara tetangga Bangladesh dan kami sangat menghargai upaya yang sungguh berarti dari Pemerintah Bangladesh dalam memfasilitasi bantuan kemanusiaan,” demikian Gedung Putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas