Bios 44 Juga Bisa Membuat Air Kolam Ikan Tetap Jernih

Syamsuri Pemilik Lahan Peternakan Ikan

Lentera Rakyat (Palembang) — Produktifitas memakai bahan Bios 44 kini semakin dirasakan luas oleh penggunanya baik pemerintah maupun masyarakat, mulai dari menetralisir kadar asam air, peningkatan produktifitas hasil perkebunan dan pertanian, membuat lahan eks tambang menjadi layak ditanami, hingga diarasa mampu membuat air kolam pemeliharaan ikan tetap bersih tanpa harus mengganti secara rutin.

Pemilik lahan peternakan ikan, Bapak Syamsuri yang merupakan warga Desa Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin Sumatera Selatan, Senin (18/09/2017) mengaku sebelumnya ia hanya menggunakan bahan dari luar untuk proses pemeliharaan ikan dikolamnya yang berjumlah 14 petak, dengan luas seluruhnya sekitar 1 hektar, namun setiap beberapa hari sekali ia harus mengganti airnya karena sudah kotor. Namun kantanya, seteleh menggunakan Bios 44, dirinyapun merasa kaget karena air dikolam ikan miliknya tidak perlu diganti secara terus menerus, lalu ikannya juga  menjadi cepat besar dan sehat, sehingga hasil produksi yang selama ini terbatas, kini bisa dipastikan terus meningkat.

”Saya juga kaget pakai Bios 44 itu ternyata mampu menetralisir air kolam ikan tanpa harus menggantinya setiap waktu, karena kalau sebelumnya saya harus mengganti air setiap waktu, kalau tidak ikan akan mati karena airnya kotor, tapi sekarang tidak lagi,” jelas Syamsuri.

Tidak hanya itu, rumput disekitar kolampun kata Syamsuri lagi, ikut menjadi hijau, subur karena pada saat hujan ada percikan air dari dalam kolam keluar sehingga berdampak suburnya rumput yang ada disekitar kolam. “OLeh karennya saya sekarang terus menggunakan Bios 44  buat peternakan dan pemeliharaan ikan disini,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. pada saat melihat lokasi pembibitan serta tempat pemeliharaan ikan di lokasi milik Bapak Syamsuri menyampaikan, bahwa program pengenalan Bios 44 ini telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu yang awalnya dikhususkan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), namun setelahnya program ini berkembang pada sektor lain yaitu perikanan, pertanian dan perkebunan yang sudah dilakukan sosialisasi hampir di seluruh wilayah Sumsel bahkan hingga keluar wilayah Sumsel.

“Awal munculnya Bios 44 adalah dalam rangka mencegah kebakaran lahan gambut yang sering terjadi di wilayah Sumsel, kali ini Bios 44 telah berkembang yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan produktifitas pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan digunakan untuk mengurai tanah tandus bekas tambang menjadi lahan subur,” terang Danrem.

Lebih Lanjut Danrem menyampaikan sudah ratusan ton Bios 44 yang telah disebar, baik untuk pertanian maupun untuk keperluan yang lainnya, yang diberikan secara gratis untuk kepentingan masyarakat atau upaya pemerintah dalam meningkatkan hasil pertanian, perkebunan maupun perikanan. (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas