Pangdam II/Swj Lepas 350 Personil Pamtas Untuk Kaltara

Pangdam II Mayjen AM Putranto Lepas Pamtas RI-Malaysia

Palembang (Lentera Rakyat) — Pangdam II/Sriwijya Mayjen AM Putranto secara khusus memimpin dan Melepas sebanyak 350 personil, satuan tugas operasi pengamanan perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia -Malaysia Yonif 141/AYJP di wilayah Kaltara TA.2017-2018.

Dalam sambutannya pada acara pelepasan Pamtas di pelabuhan Boom Baru, rabu (27/09/2017) pangdam menyampaikan, perlu dipahami bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai strategis bagi kedaulatan negara.

Tugas pengamanan perbatasan darat negara yang akan di aksanakan di Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam operasi militer selain perang sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“ Saya juga perlu saya sampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Utara termasuk Kalimantan Timur tentunya yang akan menjadi tempat penugasan kalian memiliki beberapa potensi kerawanan terutama berkaitan dengan aktivitas kegiatan illegal, seperti illegal logging, illegal mining, human trafficking, lintas batas, pergeseran patok – patok batas negara dan kriminalitas,” Urainya

Lebih lanjut ia menegaskan yang perlu diwaspadai selain kriminalitas juga yang menjadi fokus adalah mewaspadai peredaran  narkoba dan miras, keberadaan Satgas pamtas RI-Malaysia untuk Satgas Yonif 141 diharapkan dapat membantu mengembangkan wilayah perbatasan dan sekaligus mampu membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada.

Selain itu ia menambahkan, penugasan pengamanan perbatasan ini harus dimaknai sebagai amanah kepercayaan  serta kehormatan dan kebanggaan karena tidak setiap prajurit mendapatkan kesempatan melaksanakan penugasan mulya ini,  oleh karena itu melaksanakan tugas dengan penuh totalitas,  semangat pengabdian proposionalitas dedikasi disiplin dan bertanggung jawab yang besar.

 

“ Kemudian upayakan untuk memelihara komunikasi serta koordinasi dengan tentara diraja Malaysia yang bertugas di perbatasan di beberapa pos tertentu untuk menghindari terjadinya salah paham dan mencegah terjadinya propokasi yang dapat mengganggu hubungan  kedua Negara,”  harapnya

Lebih lanjut Pangdam menegaskan implementasikan Sapta Marga Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,  pahami tugas tanggung jawab perongan agar tidak ragu-ragu dalam bertindak,  Jaga dan hindarkan diri dari perbuatan yang melanggar hukum dan yang tidak terpuji , dan diingatkan karena jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun, karena akan menjadikan perhatian dan sorotan masyarakat yang dapat merusak citra TNI.

Ia juga meminta agar para prajurit,  jangan pernah menjadi penghianat bangsa dengan kedisiplinan dan ingat bagi personil yang tidak disiplin di daerah operasi akan langsung dikembalikan dan ditarik ke satuan masing-masing.

“ Saya pahami daerah operasi tidak sama, ada juga yang tidak ada penghuninya, oleh karena pos yang lebih lebih banyak patroli perbatasan lakukan hal-hal positif yang baik untuk kalian semuanya,  penugasan kalian tidak lama berbeda dengan yang sebelumnya dan kebijakan langsung dari bapak Kasad untuk moril dan sebagainya sudah diatur kemampuan kalian untuk bertahan didaerah operasi dengan situasi yang ada,” tutup (dva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas