Pangdam: Mulai Ada Hujan, Cegah Karhutla Terus Dilakukan

Palembang (Lentera Rakyat) — Meski Wilayah Sumatera Selatan sudah mulai ada turun hujan, namun pihak Kodam II/Sriwijaya, termasuk Korem 044/Gapo terus waspada menjaga agar wilayah Sumsel tetap terjaga dan tidak ada terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga memasuki musim hujan mendatang.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto, kamis (28/09/2017) mengatakan pihaknya terus memaksimal kesiapan untuk menjaga daerah yang dianggap rawan terjadi kebakaran lahan, termasuk terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait.

“Kemarin memang ada sejumlah titik hotspot di daerah Muba dan penyebabnya kita juga belum tau pasti, namu alhamdulillah sudah bisa teratasi,” Jelasnya

Menurut Jenderal Bintang dua ini, berdasarkan informasi masa kritis kemarau diprediksi kritisnya bulan ini,  mudah-mudahan lewat bulan ini sudah ada hujan, dan ternyata memang sudah ada trun hujan di beberapa wilayah.

Lebih lanjut ia menyampaikan, ada pola yang saat ini sedang dikembang dengan Korem 044/Gapo yaitu bagaimana merubah mindset para pembakar lahan, para illegal loging, illegal drilling dan sebagainya untuk berubah menjadi petani.

“Mereka kita ajak untuk menjadi petani, dan itu sudah dialkukan oleh jajaran Korem 044/Gapo , para petani diberi perlengkapan, traktor dan sebagainya sedang untuk bertani dengan mengelolah lahan tidak produktif dengan sebaran luas mencapai 100 hektar,” urainya

Sementara itu, Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, juga menyampaikan terus mengembangkan upaya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk bertani dengan tidak lagi menggunakan pola dengan cara membakar. Dan Korem bukan hanya melarang membakar tapi memberi solusinya yaitu membantu mereka membuka lahan dan bertani.

“ Ya salah satunya yang kita kembangkan adalah bersama masyarakat membuka lahan dengan membantu peralatan yang dapat digunakan masyarakat pada saat akan mebuka lahan,” katanya.

Ia berharap pola yang saat ini sedang dikembangkan tersebut mampu mencegah masyarakat untuk tidak memakai pola lama yakni dengan membakar lahan. (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas