Motif Penembakan Brutal Las Vegas Masih Misterius

Las Vegas (Lentera Rakyat)  – Hampir seminggu setelah penembakan massal di Las Vegas, Amerika Serikat, otoritas AS belum juga menemukan motif jelas penembakan tersebut.

“Kami belum mendapatkan sebuah motif yang jelas atau alasan mengapa,” kata Wakil Sheriff Kevin McMahill dari Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/10/2017).

“Pada saat ini saya sampaikan bahwa kami belum memiliki informasi kredibel untuk dilaporkan pada Anda mengenai motivasinya,” imbuhnya.

Sejauh ini pemeriksaan keuangan, politik, kemungkinan radikalisasi dan perilaku sosialnya — cara-cara investigasi khas yang telah membantu menemukan motif dalam penembakan-penembakan sebelumnya — tidak membuahkan hasil. “Kami telah memeriksa semuanya secara harfiah,” tutur McMahill.

Stephen Paddock menembak mati 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang lainnya dalam aksi kejinya pada Minggu (1/10) malam lalu. Dari atas kamarnya di lantai 32 hotel Mandalay Bay, dia menembak membabi-buta para penonton konser musik di seberang hotel.

Dalam penembakan massal atau serangan teroris sebelumnya, para pelaku biasanya meninggalkan pesan, postingan media sosial dan informasi di komputer, atau bahkan menelepon polisi. Namun itu berbeda dengan Paddock.

“Tak adanya jejak media sosial kemungkinan disengaja,” tutur Erroll Southers, direktur studi ekstremisme domestik di Universitas Southern California.

“Kita biasanya, dalam 24 hingga 28 jam pertama, bisa meninjau postingan media sosial. Jika mereka tidak meninggalkan pesan ataupun manifesto, itulah yang membuat ini lebih lama,” katanya.

Sejauh ini yang telah diketahui kepolisian adalah bahwa Paddock telah merencanakan aksi kejinya dengan matang. Pria berumur 64 tahun itu memesan kamar hotel yang menghadap festival musik, membawa 23 senjata api ke dalam kamar hotelnya, yang belasan di antaranya telah dimodifikasi sehingga bisa terus menembak dengan cepat seperti senjata otomatis. Dia juga telah memasang kamera di dalam kamarnya dan di lorong hotel dekat kamarnya, sehingga dia bisa mengawasi jika ada petugas yang mendekati kamarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas