Kisah Tragis Sicantik Calon Dokter, Terjun dari Katedral

Lentera Rakyat – Kematian Lidia Dragescu beberapa waktu lalu kembali dikenang keluarganya melalui penghormatan untuk Lidia. Perempuan tersebut diketahui masih berusia 23 tahun dan belajar Ilmu Kedokteran. Keluarganya mengatakan, dia berharap suatu saat akan menjadi dokter bedah saraf.

Dilansir laman Independent, kematian Lidia cukup mengenaskan dan sempat membuat terkejut tak hanya warga Inggris namun juga  para turis yang menyaksikan kematiannya. Lidia tewas setelah jatuh atau ada yang menyebutnya, terjun dari menara Katedral St Paul, katedral yang sangat terkenal di Inggris dan menjadi salah satu objek wisata di negara itu.

Lidia tiba-tiba disaksikan jatuh dari ketinggian sekitar 100 kaki dan langsung tewas disaksikan para pengunjung katedral khususnya yang sedang berada di luar gereja.

Lidia merupakan mahasiswa di University of East London. Dia diketahui cukup sering berkunjung ke Katedral St Paul. Perempuan muda yang digambarkan cantik itu jatuh dari bagian katedral, Whispering Gallery.

Namun sebelumnya disebutkan bahwa di dalam tas tangan yang dipegang Lidia, ada dua catatan. Yang pertama ditujukan untuk sang ibu, Isabella dan lainnya adalah pesan umum untuk orang-orang yang menyaksikan kem

“Ibu saya minta maaf kalau harus begini. Kalau engkau bersedih boleh saja namun ingatlah bahwa aku sudah berada di tempat yang lebih baik,” dituliskan dalam catatan itu sebagaimana dikutip dari laman Mirror.

“Saya melakukan ini sebagai cara melarikan diri,” lanjut catatan itu.

Sementara ibunya, Isabella Dragescu mengaku sangat merasa kehilangan putri yang disebutnya seperti teman baik. Dalam acara tribute untuk Lidia, Isabella kembali menggambarkan sosok putrinya yang dinilai baik hati itu. Namun menurut sang ibu, Lidia merasa dunia ini terlalu jahat untuknya.

“Putri kami adalah orang paling cantik dan paling baik. Hatinya tulus, dia memiliki jiwa baik dan tulus yang seperti berasal dari dunia lain,” kata Isabella.

Sementara pemeriksaan forensik dan koroner terhadap Lidia tak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan hingga dugaan indikasi pembunuhan di kematian itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas