MU Tersendat, Man City Tanpa Hambatan

Lentera Rakyat – Pep Guardiola mulai bicara gelar juara Premier League. Itu diungkapkan setelah Manchester City meraih kemenangan 3-0 atas Burnley di Etihad Stadium, Sabtu 21 Oktober 2017.

Harapan manajer asal Spanyol itu beralasan. Manchester City sejauh ini tampil sempurna, tanpa pernah kalah di ajang kompetisi kasta tertinggi di Inggris tersebut.

Man City kini menjadi pemuncak klasemen sementara dengan mengemas 25 poin. Delapan kali menang, sekali seri, dan tak terkalahkan.

Catatan apik Man City disempurnakan dengan rekor 11 kemenangan beruntun di semua ajang. Tak hanya perkasa di Inggris, The Citizens juga tak terkalahkan di ajang Liga Champions.

Sementara City terus mendulang poin, pesaing terdekatnya memburu juara Premier League tersendat. Manchester United mendapatkan kejutan dari tim promosi, Huddersfield Town.

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, hanya bisa pasrah melihat pemainnya dipecundangi Aaron Mooy cs.

MU masih bertahan posisi 2 klasemen dengan raihan 20 poin dari 8 kali menang dan 2 kali seri.

Meski sudah berani bicara target juara, Guardiola tak mau lengah. Sebab, catatan gemilang seperti saat ini pernah didapat City. Tepatnya, pada 2015 silam.

Ketika itu, Manchester City meraih rekor tak terkalahkan seperti saat ini tapi tak diakhiri dengan mengangkat trofi juara.

“Tidaklah mudang untuk menang 11 kali secara beruntun, jadi ya ini bagus. Saya sangat senang kami bisa melanjutkan mental pemenang kami,” kata Guardiola.

Manchester United sercara mengejutkan kalah dari Huddersfield Town. Laga di kandang Huddersfield itu berakhir 2-1.

Gol Huddersfield dicetak Aaron Mooy dan Laurent Depoitre. MU hanya bisa mencetak satu gol melalui Marcus Rashford.

Ini adalah kekalahan pertama MU di ajang Premier League di musim ini. Hasil ini memperlebar jarak dari Manchester City yang berada di posisi teratas dan juga memastikan kemenangan di pekan ini.

Romelu Lukaku cs kini berada di posisi dua klasemen sementara dengan 20 poin, atau kalah lima poin dari ManCity.

Gelandang MU, Ander Herrera, menilai kekalahan ini tentu sangat memalukan bagi seluruh pemain mengingat MU sangat menguasai jalannya pertandingan dengan memegang 66 persen penguasaan bola.

Dia sangat kesal karena timnya gagal menang atau setidaknya meraih satu poin. Menurutnya, laga ini sangat berat karena meski memiliki banyak peluang untuk memenangkan pertandingan tapi gagal melakukannya.

Pemain asal Spanyol itu menilai tim lawan bermain lebih agresif di babak pertama, bermain dengan semangat yang lebih baik dibandingkan MU. MU baru bisa mengambil alih permainan setelah tertinggal dua gol.

“Tertinggal dua gol melawan tim dengan semangat tinggi, akan sulit untuk menyamakan kedudukan. Apalagi, ketika Anda tidak memiliki semangat dan agresi yang sama dengan mereka,” kata Herrera seperti dilansir Soccerway.

Pengakuan Mourinho

Usai kekalahan ini Mourinho tampaknya malu menyebut kelelahan dan badai cedera sebagai faktor penyebab kekalahan timnya. Sebab, dia baru saja menyindir manajer Chelsea, Antonio Conte, yang uring-uringan mengeluhkan jadwal padat timnya sehingga pemain cedera dan kelelahan.

Jelang laga pekan ke-9 ini, manajer Chelsea, Antonio Conte dibuat kesal oleh Jose Mourinho karena sempat mengeluhkan beberapa pemain yang cedera jelang duel melawan AS Roma. Usai membawa MU menekuk Benfica 1-0, Mourinho melontarkan pernyataan yang menyindir Conte.

“Saya tak pernah berbicara mengenai cedera. Manajer lain, mereka menangis, menangis, dan menangis, saat ada pemain yang cedera,” tutur Mourinho.

Pernyataan itu membuat Conte tersinggung. Manajer asal Italia ini meminta Mou tak ikut campur urusan The Blues.

“Jika dia berbicara mengenai saya, saya rasa dia harus berpikir mengenai timnya, dan mulai melihat diri sendiri. Bukan yang lain,” kata Conte seperti dilansir Soccerway.

“Saya rasa, Mourinho memiliki banyak waktu untuk melihat apa yang terjadi di Chelsea. Banyak waktu dan musim lalu juga seperti ini. Seharusnya, dia berpikir soal timnya.”

Benar saja, usai kekalahan dari Huddersfield, Mourinho tak mau menurunnya kondisi fisik para pemain MU dikarenakan Liga Champions, seperti yang dinilai oleh banyak orang.

“Kami senang bisa bermain di Liga Champions. Para pemain ini sudah memainkan sepakbola Eropa bertahun-tahun. Kami tahu tim-tim lain mungkin punya sepekan untuk mempersiapkan diri menuju partai-partai liga,” ujar Mourinho dikutip BBC Sports.

“Itu merupakan bagian dari permainan ini dan bukan sebuah alasan yang ingin saya gunakan sekarang. Tim yang layak untuk menang, meraih kemenangan.”

Mourinho menilai, kubu lawan pantas menang. Di saat yang sama, dia juga mengecam performa dan semangat para pemainnya di pertandingan ini.

Menurutnya, MU lambat panas di laga ini. Sempat tampil buruk di babak pertama, Romelu Lukaku dan kawan-kawan baru bisa bermain lebih baik di babak kedua.

“Kami pantas kalah. Tim yang lebih ngotot dan agresif yang pantas menang. Jika tim yang bermain lebih baik yang menang, tidak ada yang bisa saya katakan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas