Menkominfo Tak Bermaksud Menentang Kebijakan Taksi Online

Jakarta (Lentera Rakyat) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan pernyataannya tentang taksi online yang diberi pangkalan dan diberi stiker di bandara layaknya taksi konvensional.

Ia menjelaskan bahwa konteks ucapannya dalam berita sebelumnya tak bermaksud untuk menentang kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Antara keterangan saya bahwa karakteristik taksi berbasis aplikasi adalah ‘bergentayangan’ dan ‘dengan perjanjian’ dengan kalimat ‘beri ruang seluas-luasnya’ adalah dua kejadian terpisah,” jelasnya seperti dikutif dari  detikINET, Kamis (26/10/2017).

Maksud dari ‘gentayangan’ ini merujuk pada taksi online, di mana mereka mencari penumpang terdekat. Sementara pernyataan ‘diberi ruang seluas-luasnya’ mengarah pada inovasi dunia digital yang perlu kebebasan untuk mempermudah masyarakat.

“Yang pertama adalah pertanyaan tentang berita taksi online yang akan diberi ‘pangkalan dan stiker’ di airport. Sedangkan yang terakhir adalah konteks pidato saya tentang digital economy & inovasi,” lanjut menteri yang akrab disapa Chief RA itu menuturkan.

Diberitakan sebelumnya, Menkominfo menanggapi keberadaan taksi online di bandara yang diberi pangkalan dan ditandai stiker. Hal itu, membuatnya jadi mempertanyakan diri sendiri.

“Saya bukan enggak setuju. Saya baca berita, cuma saya jadi mempertanyakan diri saya, nilai tambahnya di mana kalau taksi online dikandangin dan dikasih stiker?” ungkap Rudiantara di sela acara Communic Indonesia di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas