Satkowil Harus Mampu Melaksanakan Tugas Aksi Hambat

Materi Pertempuran Jarak Dekat (PJD) Dengan Skenario Merebut Kedudukan Lawan

Palembang (Lentera Rakyat) — Memasuki puncak latihan minggu militer personel Korem 044/Gapo yang diselenggarakan di medan latihan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SHM) Palembang,  Secara langsung Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. didampingi oleh Kasrem dan para Kasi memantau kegiatan.

Pada puncak acara latihan minggu militer personel Korem 044/Gapo  melaksanakan aplikasi materi yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya yaitu materi pertempuran jarak dekat (PJD) dengan skenario merebut kedudukan lawan yang sedang bertahan dan tehnik melintasi medan pertempuran dengan menyeberangi sungai.

Komandan Korem 044/Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan, bahwa sebagai prajurit komando kewilayahan (Kowil) harus mampu melaksanakan tugas aksi hambat saat daerah teroterialnya ada gangguan keamanan sebelum satuan operasional melakukan perlawanan.

Menurutnya untuk dapat melakukan hal tersebut prajurit Kowil harus senantiasa tanggap terhadap dimensi wilayahnya dan selalu melaksanakan latihan agar naluri tempur tidak luntur.

Dalam latihan PJD ini, disimulasikan tim pasukan Korem menerima perintah untuk menghancurkan musuh yang sedang bertahan disebuah gedung. Penyergapan langsung dilakukan diam-diam dan diawali dengan melumpuhkan musuh yang bertugas melakukan penjagaan. Kemudian tim langsung menyerang masuk gedung untuk melumpuhkan musuh dan akhirnnya semua musuh dapat dilumpuhkan.

Setelah melaksanakan materi PJD dilanjutkan materi HTF (Haw To Figter) dengan materi tehnik melintasi sungai yang dipandu oleh Kajasrem 044/Gapo Kapten Inf Hermanto, dalam pelaksanaan HTF ini seluruh peserta latihan merasakan tehnik melintasi sungai dengan menggunakan perlengkapan perorangan. Dan dilanjutkan kaji ulang yang diambil oleh Pasiops Korem 044/Gapo Mayor Inf Encep Yadi Mulyadi selaku Komandan latihan.

Dalam kaji ulangnya, Pasiops menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan  latihan minggu militer ini, tentunya ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan dan peningkatan pada latihan Jaya yang akan datang. Oleh sebab itu dalam kaji ulang ini merupakan salah satu kunci penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan guna peningkatan pada latihan mendatang.

”Dari pelaksanaan kaji ulang ini diharapkan ada masukan, saran dan tanggapan atau temuan-temuan selama pelaksanaan latihan baik dari pelaku, wasdal, penilai mulai dari awal sampai akhir latihan,” jelas Pasiops.  (Penrem-dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas