KPAI: Geng Motor Pelajar karena Ada Fasilitas

Jakarta (Lentera Rakyat) — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai salah satu pemicu adanya kelompok bermotor kalangan pelajar karena orang tua memberi fasilitas motor pada anak.

“Fenomena gank motor di kalangan pelajar saat ini marak, hal ini salah satunya dipicu oleh keputusan orangtua sendiri,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti dikutif dari Republika, Senin (30/10).

Ia mengatakan banyak orang tua memperkenankan anaknya menggunakan motor. Tidak sedikit orang tua membebaskan penggunaan motor itu.

Retno beranggapan, keputusan orang tua itu sangat membahayakan keselamatan anak-anaknya. “Orang tua sudah mengabaikan keselamtan putra putrinya sendiri,” ujar dia.

Retno tidak menampik banyak orang tua berdalih, pembelian motor bertujuan efisiensi kegiatan anak. Dengan demikian, ia mengatakan anak-anak bisa berangkat sendiri ke sekolah, tanpa diantar orang tua.

“Jarak rumah ke sekolah yang jauh, biasanya menjadi pertimbangan utama,” tutur Retno.

Ia menilai saat anak memiliki motor, mereka tergoda bergabung bersama teman sesama pengendara motor untuk balapan. Ia mengatakan kegiatan itu biasanya terjadi di akhir pekan.

Retno menegaskan, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Ia pun mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kumpulan remaja di tempat umum. “Ini demi kewaspdaan bersama,” jelasnya.

Polres Garut menertibkan kelompok berandalan bermotor pada Sabtu (28/10) malam. Dari penertiban itu, petugas menemukan anggota kelompok bermotor berusia sekolah.

Kepala Bagian Operasi Polres Garut Kompol Liman Heryawan menyebut sejumlah pelajar SMP dan SMA terlibat kelompok bermotor.

“Tadi setelah kami lakukan pendataan ternyata ada beberapa pelajar ikut kelompok yang bernama XTC,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas