Guru Harus Melek Teknologi Media Informasi

Banjarmasin (Lentera Rakyat) — Guru dinilai harus melek teknologi dan media informasi, karena siswa kini mampu menggali berbagai informasi, pengetahuan melalui internet serta media sosial yang begitu mudah, dan cepat diakses melalui perangkat digital.

“Untuk itu guru dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, yaitu melek kecanggihan teknologi media informasi,” kata Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Dr Totok Prasetyo di Banjarmasin, Selasa (31/10).

Hal itu dikatakan Totok saat menjadi pembicara Seminar dan Lokakarya Nasional bertema “Menyiapkan calon guru pra sekolah dan sekolah dasar yang profesional dalam perspektif kebijakan manajemen dan kelembagaan” di  Banjarmasin.

Totok memaparkan, teknologi informasi harus bisa dimanfaatkan guru untuk kepentingan pendidikan serta kemudahan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Jangan sampai sebagai pengajar malah ketinggalan dengan kemajuan teknologi sekarang,” paparnya.

Apalagi sekarang di era revolusi industri generasi ke-4 yang maha dahsyat perubahanannya, tambah Totok, dimana zaman mulai otomatisasi. “Tak mengikuti perkembangan zaman akan ketinggalan, dampaknya mutu pendidikan pun akan berjalan lambat,” ujarnya.

Selain Totok, seminar yang digelar Program PG-PSD Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu juga menghadirkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Dr Rusdinal MPd dan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto.

Sedangkan Ketua Program PG-PSD ULM Drs Ahmad Suriansyah MPd PhD didaulat sebagai moderator dan acara seminar dibuka secara resmi oleh Rektor ULM Prof Sutarto Hadi.

Ketika ditemui Kantor Berita Antara usai acara, Ahmad Suriansyah mengungkapkan, saat ini guru sangat disibukkan dengan kegiatan pengembangan diri termasuk menangani kenaikan pangkat, tunjangan pendidik yang notabene untuk kepentingan guru pribadi.

“Guru cenderung menyelesaikan tugas pribadi, sedangkan peningkatan kompetensi guru banyak diabaikan, termasuk terkondisi dalam keseragaman pola pembelajaran yang monoton,” bebernya.

Padahal, ungkap Pak Sur, begitu biasa Ahmad Suriansyah disapa, guru adalah motor perubahan dalam pendidikan. “Guru sebagai elemen penting untuk mewarnai serta menentukan mutu pendidikan yang diharapkan masyarakat, dan di kampuslah calon-calon pendidik dicetak untuk memenuhi harapan itu,” pungkas praktisi dan pengamat pendidikan Kalsel itu.

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas