Restorasi Gambut, Sumsel Kembangkan Potensi Lokal

Palembang (Lentera Rakyat) —  Di tahun 2015, desa Padamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan menjadi sumber titik api terbesar di Sumsel, namun pada tahun ini, perilaku membakar lahan masyarakat sudah berubah.

Deputi II Badan Restorasi Gambut (TRG) bersama Tim Restorasi Gambut (TRG) Sumsel melakukan revitalisasi ekonomi masyarakat di sekitar kawasan rawa gambut dengan mengoptimalkan produk lokal. Wakil Ketua Bidang Kemitraan dan Pemberdayaan TRG Sumsel, Yenrizal menyatakan dengan mendukung masyarakat lebih produktif dalam bercocok tanam, kebutuhan untuk membuka lahan baru dengan pembakaran bisa ditekan. Masyarakat sekitar rawa gambut mendapat pembinaann untuk meningkatkan kemampuan diri. Selain dibidang pertanian juga perikanan dan kerajinan masyarakat.

“Di kabupaten OKI dikembangkan empat produk lokal yang selama ini sudah berjalan. Namun, TRG mengupayakan agar pengembangan produk lokal ini lebih maksimal,”terangnya, dikutif dari Gatra News Jumat (3/11).

Ia mencontohkan di desa Damar Sari Menang Raya, masyarakat secara berkolektif bersama-sama menanam nanas. Di kawasan Sepucuk, tanaman nanas sudah dikembangkan bersama dengan tanaman lainnya. “Nanti, TRG mendorong bagaimana nanas ditanam di lahan belum produktif lainnya. Tidak perlu lagi membakar saat membuka lahan, karena perilaku menanam nanas bisa dibantu dengan sarana produksi pertanian,”terangnya.

Selain nanas, TRG di kabupaten OKI juga mengembangkan produk lokal seperti kerbau rawa, ikan sale, purun dan perikanan udang. Upaya mendorong restorasi, kata Yenrizal dilakukan dengan menyalurkan sarana produksi. Misalnya, dalam pemberdayaan ikan sale disalurkan mesin pembuatan pakan ikan (pelet), “Ikan sale ini masih sifatnya musiman, jika sudah dibudidayakan dengan ada kepastian pakan maka produk ikannya akan berkesinambungan. Di desa yang sama, TRG juga memdorong bagaimana purun lebih produktif dengan menyalurkan mesin pemipih batang purun,” terangnya.

Danramil 402-02/Pedamaran, Kapten Kav Teguh H mengatakan pihak TNI juga menjadi bagian dari bagaimana masyarakat bisa lebih sejahtera. Di desa Damar Sari, masyarakat  diajak untuk bertanam nanas sebagai upaya pemberdayaan lahan-lahan kosong yang kerap terbakar.

“Saat lahan dioptimalkan secara kolektif dan dibantu sarana produk, masyarakat berubah. TNI juga berada dalam kegiatan masyarakat tersebut. Sekarang, koramil juga sudah ada pengembangan ikan lele bersama masyarakat,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas