Berkaca dari Kasus Novanto, JK Minta Politikus Bersikap Baik

Jakarta (Lentera Rakyat) — Ketua DPR RI Setya Novanto sempat menghilang ketika penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi kediamannya pada Rabu (15/11) malam lalu. Hal ini menjadi pembahasan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dalam Rakernas Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran.

Jusuf Kalla mengatakan, partai merupakan bagian dari pilar negara dan pemerintahan. Oleh karena itu, pemerintahan tidak akan berdiri tegak tanpa partai yang mewakili konstituennya di parlemen. Jusuf Kalla mengingatkan agar anggota DPR, bupati maupun pemimpin memiliki perilaku yang baik karena akan berpengaruh pada kepercayaan partainya terhadap masyarakat.

“Jangan lupa empat pimpinan partai sekarang ada di penjara, apabila bupati, gubernur, menteri, atau siapa saja di DPR menjadi masalah pasti trust berkurang, dan kalau trust berkurang maka terjadi juga suara berkurang. Itu dampak antara kepercayaan dan perilaku,” ujar Jusuf Kalla, Kamis (16/11).

Dalam pidatonya, Jusuf Kalla berpesan agar anggota partai yang duduk di DPR maupun menjadi pejabat daerah harus berperilaku baik. Karena, berdasarkan sejarah negara-negara, inti dari sebuah kepemimpinan adalah kepercayaan. Jika kepercayaan tersebut berkurang maka akan berpengaruh terhadap elektabilitas partai.

“Maka partai harus betul-betul mencapai tujuannya dengam cara demokratis dan hanya bisa ketika anggota dan masyarakatnya percaya pada partai, kepemimpinan sehingga tak perlu dikejar sampai tengah malam,” kata Jusuf Kalla yang langsung disambu tawa oleh peserta Rakernas NasDem.

Namun, usai mendengar tawa peserta Rakernas NasDem, Jusuf Kalla langsung meralat candaannya tersebut. Dia mengatakan, sindiran ini diarahkan kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

“Ya, mengejar jam tayang. Tapi saya yakin kalau NasDem bung Surya Paloh yang dicari untuk tampil, bukan dicari untuk macam-macam,” kata Jusuf Kalla.

Usai pidato dan sesi diskusi di Rakernas NasDem, Jusuf Kalla menampik bahwa sindiran itu untuk mengingatkan kepada Setya Novanto. “Saya tidak menyinggung Setya Novanto, nggak,” ujar pria asal Bugis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas