Tiga Rencana Dibahas Di Konsultasi Publik RAD-GRK

Paiembang (Lentera Rakyat) — Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengupayakan perbaikan Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD-GRK).

 Ada tiga bidang yang menjadi sasaran utama yakni sektor Iahan yang terdiri atas pertanian dan lahan gambut, energi, transportasi, dan industri, dan pengelolaan limbah baik padat maupun cair.
Proyeksi Business as Usual (BAU) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 tanpa intervensi aksi mitigasi menunjukkan bidang berbasis lahan masih menempati porsi penyumbang emisi GRK terbesar sebanyak 98,0596. Sedangkan bidang berbasis energi dan limbah secara berturut-turut menyumbang 1,8496 dan 0,11% dari total BAU 2020 di Provinsi Sumatera Selatan.
Pada tahun 2016, Sumatera Selatan telah berhasil menekan angka titik api sampai dengan 90 persen dan di 2017 tetap dapat dipertahankan walaupun sempat terjadi beberapa kebakaran kecil namun dapat segera ditanggulangi. Upaya inilah yang akan terus dilanjutkan oleh pemerintah.
“Rencana aksi penurunan emisi Gas Rumah Kaca sudah menjadi kebutuhan yang harus terus dilanjutkan. Hal ini akan menjadi salah satu tolok ukur kinerja pemerintah daerah dalam mencapai target penurunan emisi. Target penurunan emisi Sumatera Selatan sendiri awalnya sebesar 10,16 persen di tahun 2020, kemudian disesuaikan menjadi di tahun 2030 yang besarnya akan disepakati dalam rencana aksi daerah yang dikaji ulang,” Edwar Candra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan pada pembukaan Konsultasi Publik Menyongsong Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) Melalui  Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD GRK) Provinsi  Sumsel. rabu (06/12/2017) di Hotel Aryaduta Palembang.
Edwar menambahkan bahwa keberlanjutan rencana aksi ini tidak akan berjalan mulus jika tidak adanya keterlibatan seluruh pihak baik pemerintah, organisasi masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.
Saat ini dokumen RAD-GRK Provinsi Sumatera Selatan hampir rampung. Untuk mendorong sahihnya dokumen perencanaan ini menjadi sebuah kebijakan pemerintah, pandangan dan masukan dari seiuruh pihak dipedukan.
Sebagai bentuk dukungan, pada hari ini, World Agroforestry Centre (ICRAF) bekerja sama dengan para mitra konsorsium bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengadakan konsultasi publik di Hotel Aryaduta Palembang. Konsultasi publik ini bertujuan membahas perencanaan RADGRK Provinsi Sumatera Selatan dalam kaitannya mendukung dan merealisasikan Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) di level nasional.
”lCRAF sangat mendukung adanya konsultasi publik ini. Ajang ini bisa menjadi wadah pertemuan lintas sektor yang bertujuan untuk menyesuaikan pandangan dan menghimpun masukan dari seluruh pemangku kepentingngan dan sinergi berbagai pihak baik pemerintah daerah/kabupaten, dinas-dinas terkait, pihak organisasi masyarakat, sampai dengan pihak swasta dalam rencana aksi daerah- gas rumah kaca Sumsel yang sudah dikaji ulang,” katanya Suyanto Korrdinator Program LAMMA-I_ICRAF.
“Mengingat pentingnya keterlibatan para pihak dari berbagai bidang dalam proses penyusunan RADGRK Provinsi Sumatera Seiatan, maka dalam salah satu sesi acara akan dibentuk kelompok-kelompok kecil berdasarkan spesialisasi bidang masing-masing (red: lahan, energi, dan Iimbah) untuk memberikan masukan-masukannya,” lanjutnya.
Pembahasan bersama para pihak ini dapat mendorong bersama kebijakan pemerintah yang telah melalui proses yang terintegrasi, melibatkan para pihak, dan berbasis data yang akurat yang diharapkan menghasilkan sesuatu yang nyata dari proses kaji ulang Rencana Aksi Daerah-Gas Rumah Kaca Provinsi Sumatera Selatan. (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas