Kejati Sumsel Bidik Kasus Pembalakan Liar Dan Kebakaran Hutan

Palembang (Lentera Rakyat) — Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan pada 2018 mendatang akan memfokuskan terhadap penanganan Kasus-kasus kerusakan hutan, selain itu juga akan memaksimalkan penanganan kasus pidana umum lainnya.

Asisten Pidana Umum (aspidum) Kejati Sumsel DR. R. Manthovani saati ditemui diruang kerjanya Kamis (28/12/2017) menyampaikan, pada tahun mendatang diperkirakan akan terjadi kemarau panjang yang deisertai dengan musim kering, sehingga akan lebih mudah terjadi kebakaran lahan, baik disengaja maupun tak disengaja.

Oleh karenanya akan dilakukan pendataan serta penanganan terhadap sejumlah kemungkinan yang dapat merugikan banyka masyarakat, termasuk mencegah kabut asap terlebih pada 2018 akan ada Asian Games.

“Kita penuntut umum punya kewenangan khusus untuk melakukan penyidikan, kita juga bisa langsung turun ke lapangan dalam menangani kasus-kasus tersebut, ini dasar hukumnya kita menangani kasus pengrusakan hutan ini,” katanya

Lebih lanjut  Manthovani juga mengungkapkan pihaknya sedang mempetakan daerah di sumsel yang rawan pembalakan liar yang berakibat kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk pemetaan saat ini kita fokus di wilayah Musi Banyuasin dan Banyuasin,”ungkapnya

Ketika ditanyai apakah sudah ada kasus yang akan dibawa ke meja hijau ,Mathovani mengatakan, saat ini ada tiga kasus yang  siap limpahkan, dua kasus perorangan dan satu kasus koorporasi, tahun depan atau awal Januari 2018 sudah siap dilimpahkan.

“Kita tidak hanya fokus perorangan,tapi koorporasi ,mulai dari izin usaha dan lainnya,ada lima perkara yang kita tangani ,kita juga mengejar pelaku penerima hasil pembalakan liar,” pungkasnya (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *