Bios 44 Mulai Tersebar Di Kalimantan Dan Jawa

Palembang (Lentera Rakyat) — Bios 44 akan terus memperluaskan sebarannya, bukan hanya di wilayah Sumatera Selatan saja, namun saat ini telah menyebar ke provinsi lain diluar Sumsel seperti Bangka-Belitung, Jambi, Bengkulu, Kalimatan bahkan hingga ketanah Jawa.

Komandan Korem 044/Gapo Kol Inf Kunto Arief Wibowo secara khusus kepada Lenterarakyat.com, sabtu (30/12/2017) menyampaikan pihaknya tidak akan bicara masalah evaluasi diakhir tahun 2017 terkait capaian Bios 44 selama ini, namun lebih kepada bagaimana kedepan bisa semakin bermanfaat bagi pemerintah dan buat masyarakat.

Menurut Kunto, patut disyukuri seiring waktu Bios yang awalnya diciptakan untuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan secara hebat pada tahun 2015 yang lalu, kemudian juga bisa untuk kebutuhan lain juga.

Harus diakui pula munculnya Bios bukan tidak ada kendala, tapi pelan-pelan melalui sosialisasi dengan sosial budaya yang terus menerus dilakukan kendala itu bisa dilalui secara baik dan kini Bios juga semakin banyak digunakan masyarakat untuk pertanian sawah, pengairan, hingga perikanan.

“Ada yang beranggapan dengan munculnya bios 44 akan menjadi ancaman bagi kompetitor, namun tentunya bagi Korem Gapo sendiri itu tidak menjadi masalah, karena pendekatan metodelogi awalnya adalah untuk meningkatkan  pola fikir masyarakat kemudian mensinergiskan kemitraan dalam fungsi pemeritahan daerah dan mengitegrasikan solusi disuatu daerah yang dianggap memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhuta),”katanya

Dijelaskannya bicara mengenai manajemen kebakaran hutan dan lahan adalah bicara mengenai penomena alam yang terjadi dalam priode satu tahun, sementara khusus untuk kebakaran hutan itu sendiri penomenanya hanya panas dan hujan. Melalui media Bios ini jajaran Korem bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengajak para petani untuk tidak lagi menggunakan pola membuka lahan dengan membakar.

Pola pendekatan yang disertai solusi kepada masyarakat untuk tidak membakar pada saat membuka lahan tentu tidaklah muda dilakukan karena masyarakat yang disertai ketidak berdayaan mereka membuka lahan dengan tidak membakar, karena melalui pola itu dianggap paling murah.

“Nah kita mencoba melalui Bios ini, mengajak masyarakat tidak lagi melakukan pola bertani dengan membakar, sehingga jelas Bios bukanlah diciptakan untuk bersaing namun lebih kepada pola pendekatan pemerintah dalam rangka mengantisipasi Karhutla da pertanian untuk masyarakta,” katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa Bios 44 ini merupakan paduan mikroorganisme akan memperkecil hingga menutup rongga-rongga lahan gambut. Karena itu, lahan tersebut tidak akan mudah terbakar, selain itu Bios 44 juga berfungsi menormalisasi lahan untuk kembali seperti semula.

Bios yang mengandung makna bio-organisme dan 44 merupakan satuan Korem 044 Gapo di ciptakan untuk membantu pemerintah untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan di Sumsel pada 2015 dan itu telah dimulai Juli 2016, saat itu  Bios disemprotkan ke lahan gambut Sumsel yang mudah terbakar.

“ Setelah disiram Bios 44, lahan gambut menjadi subur. Bahkan bisa ditanami jenis tanaman lain. Lalu, saat musim kemarau, lahan tersebut sudah terkunci dan tidak mudah terbakar. Cairan tersebut tidak berbahaya bagi manusia maupun makhluk hidup lain.” tambahnya

Seiring perjalanan waktu Bios 44 juga bisa digunakan untuk seperti pertanian, bios mamapu mengurai tanah tandus menjadi subur. Lalu, Bios 44 juga cocok untuk pengembangan budi daya perikanan. Selain itu, Bios 44 bisa digunakan untuk perbaikan bekas lahan tambang hingga peternakan.

Dalam budi daya perikanan, cairan Bios 44 bisa memperbaiki kualitas air sehingga kolam ikan lebih produktif. Percobaan pernah dilakukan di wilayah Kodim 0418 Palembang. Terdapat 16 kolam besar yang dibagi di empat koramil.

Untuk lahan bekas tambang, Bios 44 dicoba pada lahan eks tambang PT Golden Great Borneo (GGB), Kabupaten Lahat. Pernah juga dilakukan normalisasi lahan bekas tambang timah di Jelitik, Bangka Belitung. Mulai ada perubahan dan hampir normal.

“ Dengan berbagai ujicoba dan telah terlihat hasilnya, kedepan Bios tetap akan melakukan penyempurnaan agar semakin bisa dirasakan manfaatnya oleh setiap pengguna,  lalu untuk stok ketersediaan Bios sejauh ini cukup sesuai kebutuhan yang diinginkan,” Pungkasnya. (dhie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas