Danrem 044/Gapo Dampingi Mentan RI Panen Raya Padi Di Air Saleh

Banyuasin (Lentera Rakyat) — Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. mendampingi menteri Pertanian RI DR. Ir. H. Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya padi bersama di Desa Upang Marga Kec. Air Saleh Kab. Banyuasin Prov. Sumatera Selatan, Senin (29/1/2018).

Hamparan sawah di Desa Upang Marga Kec. Air Saleh mencapai luas 2.300 hektare dengan potensi panen sebanyak 6 ton hingga 7 ton GKG (gabah kering giling) per hektare. Sedangkan sawah di seluruh Kecamatan Air Saleh 24 ribu hektare dan total sawah di wilayah Banyuasin seluas 203 ribu hektare.

Sebelum ada Upsus (upaya khusus) potensi area tanam hanya 193 ribu hektare dengan produksi per hektarenya hanya sekitar 3,8 ton hingga 4,5 ton.

Dalam sambutannya Mentan  RI  mengatakan, untuk bulan Januari dan Februari 2018, Banyuasin panen raya seluas 131.168 hektare atau setara 432.873 ton beras. “Jumlah itu jauh lebih besar dari angka konsumsi hanya 14.172 ton, sehingga ada surplus 419.00 ton,” kata Mentan.

Lebih lanjut disebutkan bahwa untuk di wilayah Sumsel, total panen padi seluas 238.831 hektare atau setara 767.989 ton beras. Dari jumlah beras itu, dikonsumsi hanya 140.539 ton.

“Total surplus di Sumsel mencapai 626 ribu ton, itu untuk periode Januari-Februari 2018,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Prasarana Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. mengatakan,  Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Selatan telah memperbaiki beberapa infrastruktur pertanian, seperti pintu air dan jaringan irigasi. Sehingga saat air pasang mampu menjangkau wilayah paling ujung di Desa Upang Marga.

“Polanya padat karya. Kami transfer dana ke Kelompok Tani dan Poktan ini yang mengerjakan (perbaikan infrastruktur), ternyata bisa. Indonesia besar karena gotong royong,” ujar Pending.

Dia mengatakan, pola padat karya sangat baik karena dengan begitu kelompok petani bisa memastikan mereka menjaga infrastruktur yang sudah disediakan.

Perbaikan infrastruktur sangat berdampak positif bagi produksi gabah kering giling di Banyuasin. Sebelum ada Upsus, produksi sekitar 3,8 ton hingga 4,5 ton per hektare, sekarang, per hektare sawah bisa meghasilkan sekitar 6 ton hingga 7 ton gabah kering.

“Sumatera Selatan sangat ditentukan Banyuasin, karena 60 persen lahan ada di Banyuasin. Dan diperkirakan produksi untuk panen Januari-Februari ini akan naik 10 persen,” katanya. (Penrem-dhie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *