Cegah Karhutla Dengan Metode Pemberdayaan Masyarakat Melalui Media Bios 44

Lentera Rakyat, — Komandan satuan tugas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. mengajak seluruh jajarannya untuk melakukan pencegahan Karhutla walaupun cuaca saat ini musim hujan, namun harus tetap waspada, apalagi dalam waktu dekat tepatnya pada bulan Agustus 2018 mendatang, Sumsel akan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Asian Games XVIII.

Selain melakukan pemantauan dan patroli secara rutin selama 1×24 jam setiap hari oleh Satgas Karhutla Prov. Sumsel, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. juga melakukan pendekatan kepada masyarakat di wilayah rawan terjadinya kebakaran melalui sosialisasi pencegahan Karhutla dengan metode pemberdayaan masyarakat melalui media Bios 44 untuk meningkatkan produktivitas hasil perikanan dan pertanian di Dusun Setia Harapan Desa Sungai Rengit Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin.

Danrem 044/Gapo mengajak masyarakat bersama-sama mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, apalagi di tahun 2018 ini akan ada pesta olahraga internasional yaitu Asian Games yang akan membawa nama baik bangsa dan daerah sehingga kabut asap harus dicegah.

“Jangan sampai menimbulkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, hal ini tidak boleh terjadi seperti pada 2015,” kata Danrem.

Lebih lanjut Danrem mengatakan, untuk menghindari hal tersebut mulai sekarang mari kita sama-sama melestarikan lingkungan dengan tidak membakar, dan Korem 044/Gapo mempunyai inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas hasil perikanan dan pertanian yaitu Bios 44 yang akan diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma. Bios 44 adalah Bio Struktur (Dekomposer Gambut) yang merupakan agen hayati yang dapat mempercepat proses pembusukan material organik lahan gambut.

Selain mengatasi kebakaran lahan gambut juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan juga dapat menetralisasi limbah serta menyuburkan lahan bekas tambang.

” Di wilayah Sungai Rengit Banyuasin ini mayoritas merupakan lahan gambut sangat cocok untuk diberi Bios 44 pada kolam budidaya ikan maupun persawahan dan perkebunan, karena dengan diberi Bios 44 ini dapat menteralisir keasaman tanah atau meningkatkan Ph tanah, sehingga ikan maupun tanaman akan tumbuh dengan subur, sehingga akan meningkatkan hasil produktivitasnya. “terang Danrem”.

 

Sementara itu pemilik lahan H. Somad (53) yang kolam ikannya dikunjungi Danrem 044/Gapo beserta rombongan mengaku senang mendapat bantuan Bios 44 sebagai pupuk alternatif dalam budidaya ikannya, “Disini daerah lahan gambut yang airnya masam, untuk pelihara ikan susah karena banyak yang mati dan perkembangannya sangat lambat, dengan adanya Bios 44 ini, ikan peliharaan tidak mati lagi dan pertumbuhannya dapat normal cepat besar” ungkap Haji Somad.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Dusun Setia Harapan yang juga Ketua Kelompok Tani Harapan Bapak Parjo mengatakan, pada awalnya mengenal Bios 44 berkat informasi dari Danramil 401-08/Talang Kelapa Kapten Kav Janti Sianturi. Dimana Bios 44 hasil inovasi Korem 044/Gapo adalah dalam rangka mencegah Karhutla, sekarang Bios 44 telah berkembang digunakan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Dengan adanya Bios 44 ini, masyarakat kami sudah tidak lagi bakar lahan, karena dengan hasil produktivitas memelihara ikan maupun bercocok tanam sudah meningkat dan penghasilan masyarakatpun turut meningkat. Untuk itu, masyarakatDusun Setia Harapan mengucapkan terimakasih kepada TNI Korem 044/Gapo atas pemberian Bios 44 ini.” Ujar Kadus Setia Harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas