Pangdam II/Swj Pimpin Rapim 2018

Palembang (Lentera Rakyat) — Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam II/Swj sekaligus Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Kodam II/Swj TA. 2018.

Dengan tema “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, Kodam II/Swj Siap Mendukung Tugas Pokok TNI AD”, Rapim diikuti oleh 125 peserta yang terdiri dari Pimpinan Kodam II/Swj, para Asisten, para Danrem, Dan/Ka Balakdam II/Swj, para Dandim, para Danyon, dan para Komandan Detasemen satuan jajaran Kodam II/Swj.

Selain membahas dan mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran TA. 2017, Rapim ini juga membahas hal-hal yang penting diantaranya, menjabarkan Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI dan Kasad yang nantinya akan diturunkan menjadi Pokok-Pokok Kebijakan pimpinan Kodam II/Swj pada TA. 2018, sebagai pedoman pelaksanaan dan pencapaian tugas selama satu tahun ke depan.

Adapun tujuannya adalah, untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kerja selama TA. 2017 dan menyampaikan garis besar Program Kerja dan Anggaran TA. 2018. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya kesamaan persepsi dan tertib administrasi yang akuntabel dalam melaksanakan Program Kerja dan Anggaran TA. 2018, tercapainya pembinaan kekuatan kemampuan dan gelar kekuatan Kodam II/Swj secara optimal dalam rangka keberhasilan pelaksanaan tugas serta terwujudnya kesiapan dan kesiapsiagaan satuan Kodam II/Swj untuk melaksanakan tugas pada TA. 2018.

Melalui Rapim ini, Pangdam II/Swj berharap bahwa, kebijakan-kebijakan yang disampaikan dapat dijabarkan lebih lanjut di tiap Satker dan Balakdam, sehingga berbagai petunjuk perencanaan pimpinan Kodam II/Swj, termasuk Progja TA. 2018 dapat terwujud sesuai yang diharapkan bersama.

Para peserta Rapim Kodam II/Swj diharapkan juga untuk mampu menyerap segenap informasi, pengetahuan, pengalaman, persoalan, dan juga pemecahannya yang sangat berguna bagi pelaksanaan tugas pokok di satuan masing-masing.

Dalam Rapim tersebut, Pangdam juga menjelaskan secara umum mengenai situasi Indonesia sekarang ini, terutama di wilayah Kodam II/Swj, kondisi keamanan secara umum relatif kondusif, namun tetap perlu diwaspadai karena wilayah Kodam II/Swj sangat luas mencakup Lima Provinsi, meliputi Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

“Berdasarkan data, kondisi peredaran Narkoba di wilayah dan lintas wilayah Provinsi serta dari luar wilayah Sumbagsel termasuk Kejahatan dengan menggunakan senjata api rakitan/ilegal masih cukup tinggi”, ujarnya.

Pangdam juga menuturkan bahwa, kejahatan lain yang juga biasa terjadi di wilayah Sumbagsel adalah illegal mining, terutama penambangan timah ilegal di Kabupaten Bangka, illegal tapping terhadap pipa-pipa minyak milik PT. Pertamina dan pembakaran hutan di wilayah Sumatera Selatan, Lampung dan Bangka Belitung untuk membuka lahan perkebunan yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.

“Sementara itu, ancaman dibidang ideologi, yaitu radikal kiri (bahaya laten komunis) yang makin terang-terangan dan radikal kanan yang disinyalir telah masuk di wilayah Sumatera Bagian Selatan serta berpotensi melakukan aksi teror”, tuturnya.

“Hal lain yang patut diwaspadai adalah Pilkada 2018 yang berpotensi terjadinya konflik komunal berbasis SARA, akibat praktek politik yang tidak sehat. Selain itu, kita tetap tanggap dalam memberikan bantuan perkuatan kepada Pemda jika terjadi bencana alam”, pungkas. (pendam-dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas