Perusahaan Harvey Weinstein Terancam Bangkrut

Jakarta (Lentera Rakyat)  — Tidak ada pilihan lain bagi The Weinstein Company (TWC) selain menyatakan diri bangkrut. Perusahaan yang digagas oleh Harvey Weinstein  itu jatuh sejak sang bos tersandung kasus pelecehan seksual Oktober lalu. Weinstein sendiri sudah dipecat dari kursi pemimpin.

Padahal perusahaan itu biasa memproduksi film besar, bahkan mengantarkan beberapa di antaranya ke Academy Awards alias Oscar, seperti The Artists dan The King’s Speech.

“Meski kami menyadari bahwa ini berdampak pada hal yang sangat disayangkan untuk karyawan kami, kreditor dan para korban, jajaran direksi tidak punya pilihan lain selain mengikuti satu-satunya jalan untuk tetap bisa hidup dan memaksimalkan nilai perusahaan, yakni meminta proses bangkrut,” demikian pernyataan resmi direktur TWC, diberitakan AFP.

Beberapa media Amerika Serikat ramai memberitakannya. LA Times dan The New York Timesjuga menyebut bahwa pembicaraan TWC dan kelompok investor telah gagal. Kelompok itu hampir setuju membeli TWC senilai US$500 juta atau hampir Rp7 triliun, namun dibatalkan.

Itu karena jaksa penuntut New York Eric Schneiderman mengajukan gugatan kepada TWC, Minggu (11/2) lalu. Schneiderman mengajukan tuntutan hukum terhadap Weinstein, saudaranya yang juga penggagas TWC Bob Weinstein, serta perusahaan itu karena gagal melindungi korban.

Gugatan Schneiderman menuding jajaran eksekutif perusahaan itu justru melinduri perlakuan asusila dari Weinstein. Korbannya pun tidak diberi penjelasan maupun ganti rugi.

TWC saat ini dikepalai Bob. Nasib perusahaan itu memang terkatung-katung karena ada kini lebih dari 100 perempuan yang mengakui pernah dilecehkan Weinstein secara seksual selama beberapa dekade terakhir. Itu termasuk figur aktris seperti Angelina Jolie.

Film demi film memutuskan kerja samanya dengan perusahaan ini. Beberapa film yang masih rencana pun batal. Film yang sudah jadi tapi belum ditayangkan, juga jadi tak jelas.

Baru-baru ini bahkan ada perusahaan cokelat yang mengajukan gugatan karena TWC berutang.

Weinstein sendiri saat ini dilaporkan tengah menjalani terapi soal ketergantungnya terhadap seks. Beberapa kasusnya yang sampai dilaporkan resmi, sedang diinvestigasi kepolisian di AS sampai Inggris. Ia sendiri masih membantah ada pelecehan seksual.

Sementara itu, kasus Weinstein telah melahirkan gerakan #MeToo di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *