7 Dampak Buruk Tidur Lampu Menyala

Jakarta (Lentera Rakyat) — Setelah beraktivitas, satu hal yang paling dinanti setiap orang ialah waktu istirahat atau tidur. Tak jarang demi tidur yang nyenyak, orang memiliki kebiasaan berbeda mulai dari mendengarkan musik pengantar tidur, menyalakan televisi agar tak merasa sendirian hingga menyalakan lampu karena takut gelap.

Akan tetapi kebiasaan-kebiasaan yang dianggap membuat nyaman dan tidur lelap justru punya sampak buruk terhadap kesehatan. Sebelum beranjak tidur, lebih baik mematikan lampu dan benda-benda elektronik demi menghindari tujuh dampak buruk berikut.

1. Risiko kanker makin besar

Tidur dalam kondisi lampu atau barang elektronik menyala meningkatkan risiko penyakit kanker. Sebuah riset dari Massachussetts Intitute of Technology (MIT) mengungkapkan jam tubuh seseorang ditentukan oleh cahaya. Cahaya juga berfungsi untuk membuat tubuh mengenal waktu dengan mengatur fungsi sel termasuk metabolisme.

Dilansir dari Snuz, dua gen yang bertugas mengenal waktu punya kemampuan untuk menekan tumor. Pengaturan cahaya yang ‘membingungkan’ alias malam hari tapi terdapat cahaya terang bisa membuat penekan tumor menipis dan berpotensi membuat tumor memburuk.

Di sisi lain, wanita juga layak waspada sebab mereka makin berisiko terkena kanker payudara. Tidur dalam keadaan cahaya terang membuat tubuh kekurangan hormon melatonin. Hormon ini bertugas untuk menekan sel kanker. Ia banyak diproduksi malam hari dan sedikit kala mata mendeteksi adanya cahaya. Kekurangan melatonin membuat tubuh tak bisa memerangi sel kanker.

2. Obesitas

Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris menemukan wanita yang tidur di bawah nyala lampu memungkinkan mereka untuk memiliki index massa tubuh dan pinggang lebih besar daripada wanita yang tidur di tempat gelap. Dilansir dari Womans Day, studi yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology ini menyebut cahaya bisa menurunkan produksi hormon melatonin sehingga mengganggu metabolisme dan pola makan.

3. Depresi

Gangguan tidur dapat memicu depresi. Dalam riset yang diterbitkan Molecular Psychiatry, meski menggunakan lampu malam sekalipun terdapat perubahan psikologis yang dialami hamster.

“Pada hamster, lampu dim di malam hari memicu tingkah laku seperti depresi dan perubahan pada otak. Ini bisa muncul melalui terganggunya ritme sirkadian (proses biologis yang menunjukkan osilasi endogen dan berulang tiap 24 jam),” jelas peneliti Tracy Bedrosian dikutip dari Everyday Health.

4. Pengaruhi kesuburan wanita

Tak hanya berisiko terkena kanker payudara, wanita yang kerap terpapar cahaya pada malam hari juga berisiko terganggu kesuburannya. Dari studi yang diterbitkan oleh Epidemiology, para wanita yang berkerja pada shift malam memiliki masalah terkait siklus menstruasi.

Riset melibatkan 71 ribu lebih wanita. Semakin lama mereka bekerja dalam shift malam, semakin tak teratur menstruasi yang dialami. Para peneliti menyimpulkan gangguan paparan cahaya dan siklus tidur dan bangun yang tak teratur mempengaruhi kesuburan para pekerja wanita.

5. Diabetes tipe 2

Rupanya diabetes memiliki kaitan dengan paparan cahaya di malam hari. Obayashi bersama timnya menemukan penderita diabetes yang terpapar cahaya mengalami kenaikan kadar gula darah. Saat intensitas cahaya ditambah, kadar gula darah naik hingga 51 persen. Gangguan melatonin mengacaukan kadar hormon glukosa dan leptin yang mengatur napsu makan dan glukosa dalam darah.

6. Perubahan hormonal

Tidur dalam kondisi lampu atau televisi menyala bukanlah keputusan baik. Tak hanya televisi, laat elektronik lain seperti komputer atau ponsel sekalipun bisa mengganggu kesehatan termasuk perubahan hormon pada tubuh. Nyala lampu atau alat elektronik memancarkan sinar biru yang dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

Tubuh manusia didesain untuk lelah kala gelap dan terbangun saat muncul cahaya. Cahay buatan hanya akan mengacaukan pengertian ini sehingga hormon pun terganggu.

7. Insomnia

Gangguan tidur salah satunya insomnia juga disebabkan oleh nyala lampu saat tidur. Sebuah riset menemukan orang yang tidur di bawah nyala lampu cenderung memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas