Ratusan Ribu Pengungsi Afrin Tak Punya Tempat Berteduh

Jakarta (Lentera Rakyat) — Lebih dari 200 ribu orang yang melarikan diri dari serangan Turki di kota etnis Kurdi Afrin, Suriah, kini tidak punya tempat berteduh dan akses pada makanan maupun minuman.

“Orang-orang yang membawa mobil tidur di mobil, orang yang tidak bawa mobil tidur di bawah pohon bersama anak-anak mereka,” kata Hevi Mustafa, petinggi berwenang Kurdi di Afrin, melalui telepon kepada¬†Reuters, Senin (19/3).

Pasukan Turki yang didukung kelompok pemberontak Suriah menyapu Afrin pada Minggu, mengibarkan bendera di pusat kota dan menyatakan kendali penuh setelah operasi delapan pekan untuk mengusir pasukan Kurdi YPG.

Mustafa mengatakan warga sipil yang masih berada di Afrin dihadapkan pada ancaman dari kelompok sokongan Turki.

Sementara itu, juru bicara Ankara menyatakan pasukannya tidak akan berada di Afrin dan akan menyerahkan wilayah itu pada “pemilik sesungguhnya.”

Bekir Bozdag, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, mengatakan kepada wartawan bahwa Turki telah mengurangi ancaman di perbatasan negaranya secara signifikan setelah merebut Afrin.

Dia mengatak Turki mengumpulkan “sebagain besar” senjata yang diberikan Amerika Serikat kepada kelompok Kurdi, setelah pihak YPG meninggalkannya saat melarikan diri ke luar kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *