Kodim 0403/OKU Gelar Pembinaan Netralitas TNI Dalam Pemilu/Pemilukada

OKU (Lentera Rakyat) — Komandan Kodim 0403/OKU Letkol Arm Agung Widodo, S.Sos. yang diwakili oleh Kepala Staf Kodim Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag. membuka pelaksanaan kegiatan sosialisasi pembinaan netralitas TNI dalam Pemilu/Pemilukada 2018 bertempat di Aula Makodim 0403/OKU Baturaja, Kamis (29/3/2018).

Dalam kegiatan sosialisasi yang mengambil tema “Melalui pembinaan netralitas TNI dalam Pemilu/Pemilukada, untuk wujudkan prajurit profesional, tidak berpolitik praktis, netral dan tidak berpihak demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu/Pemilukada di seluruh wilayah NKRI” ini diikuti oleh para Perwira Staf, para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 0403/OKU, Ketua FKPPI beserta anggota di wilayah Kodim 0403/OKU dan anggota PNS Kodim 0403/OKU serta Ketua dan Wakil Ketua Persit KCK Cabang XXXVIII Kodim 0403 beserta anggota dengan jumlah peserta 150 orang.

Komandan Kodim 0403/OKU Letkol Arm Agung Widodo, S.Sos. melalui Kasdim Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag. menegaskan, bahwa pembinaan netralitas TNI merupakan program dari Komando Atas, sesuai dengan UU RI Nomor 34 Tahun 2014 tentang TNI serta Visi Misi TNI dan Pokok-Pokok kebijakan Kasad yang tertuang dalam program tahunan bidang Teritorial.

“Tujuan dilaksanakannnya kegiatan pembinaan netralitas TNI dalam Pemilu/Pemilukada 2018 di Kodim 0403/Oku, agar seluruh prajurit TNI dapat bersikap netral dalam setiap penyelenggaraan Pemilu/Pemilukada dan tidak berpihak kepada salah satu kontestan peserta Pemilu/Pemilukada,” terang Kasdim.

Selain itu, demi terciptanya pemahaman prajurit dan keluarga tentang netralitas TNI dalam pelaksanaan Pemilu/Pemilukada yang Luber (langsung, umum, bebas dan rahasia), serta terpeliharanya citra positif TNI dimata masyarakat dalam menjaga nama baik perorangan maupun satuan dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak citra TNI terkait dengan pelaksanaan Pemilu/Pemilukada. “Undang-Undang dan aturan sudah jelas, apabila ada anggota TNI yang tidak netral maka akan dikenai sanksi hukum, namun tentunya sesuai prosedur aturan hukum yang berlaku,” tandas Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag.

Kegiatan sosialisasi pembinaan netralitas TNI dalam Pemilu/Pemilukada 2018 di Kodim 0403/OKU ini digelar, mengingat begitu pentingnya sikap netralitas dalam membangun demokrasi dan profesionalisme, maka masalah netralitas harus benar-benar dipahami, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidapan prajurit TNI, PNS TNI dan IBU-Ibu Persit, terutama pada penyelenggaraan Pemilu/Pemilukada yang akan dilakukan secara serentak di 171 Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Indonesia termasuk pemilihan Gubernur Sumsel dan pemilihan 9 Bupati/Walikota di wilayah Sumsel.

Setiap prajurit baik perorangan maupun institusi wajib untuk mewaspadai pada setiap perkembangan situasi dilingkungannya, serta melakukan temu cepat dan lapor cepat secara hierarki apabila menemukan adanya kejadian atau kegiatan yang berindikasi atau mengarah pada upaya menghambat, mengganggu maupun menggagalkan penyelenggaraan Pemuli/Pemilukada. (Penrem-dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas