Kini, Bios 44 Disosialisasikan Hingga Di Provinsi Kalteng

Kalimantan (Lentera Rakyat) — Tim Garuda Dempo Team Research (GATOR) Korem 044/Gapo yang dipimpin oleh Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Korem 044/Gapo Letkol Inf Andik Siswanto, S.IP., M.IPOL.  melaksanakan sosialisasi Bios 44 di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah di hadapan peserta rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2018 di Kalteng yang dihadiri oleh Sekda dan Forkompinda Prov. Kalteng, para Bupati, Asdep Menkopolhukam, BNPB, BRG Prov. Kalteng, Danrem 102/Pjg dan para Dandim jajaran Korem 102/Pjg Kodam XII/TPR, Kamis (12/4/2018).

Kegiatan sosialisasi Bios 44 di Provinsi Kalteng ini berkaitan dengan penanggulangan Karhutla di Provinsi tersebut, dimana data yang disampaikan Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Darliansjah, menunjukkan sebanyak 1.622 Desa dan Kelurahan yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah dinyatakan rawan terjadinya Karhutla pada saat musim kemarau.

“Dari 1.622 Desa/Kelurahan itu terdapat 263 di antaranya tingkat kerawanan sangat tinggi, 222 tinggi, 94 sedang dan 1.033 lainnya kategori rendah. Ini menjadi tantangan yang dihadapi Kalteng karena kerawanan Desanya sangat tinggi. Jadi, kami dari Satgas bertugas bagaimana pencegahannya sekaligus aksi pemadaman apabila terjadi Karhutla,” kata Kepala BPBD Kalteng Darliansjah.

Dengan tingginya jumlah wilayah yang rawan terbakar tersebut, kendala yang dihadapi Provinsi Kalteng dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla juga relatif banyak. Maka Pemerintah Prov. Kalteng mengajak Korem 044/Gapo untuk dapat membantu mengatasi dalam pencegahan Karhutla dengan menggunakan teknologi Bios 44.

Dalam sosialisasinya, Kasiops Korem 044/Gapo Letkol Inf Andik Siswanto, S.IP., M.IPOL. mengatakan, ide awal munculnya Bios 44 yang dibuat oleh Korem 044/Gapo dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut yang sering terjadi di wilayah Sumatera Selatan.

“Namun saat ini  Bios 44 telah berkembang dan bisa digunakan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan digunakan untuk mengurai tanah tandus bekas tambang menjadi lahan subur,” terang Kasiops.

Lebih lanjut Kasiops menjelaskan, bahwa Bios 44 adalah hasil inovasi Korem 044/Gapo yang ramah lingkungan kerena merupakan gabungan mikroorganisme bila ditebarkan dilahan gambut dapat mencegah kebakaran, dan jika ditebarkan di lahan pertanian atau perkebunan maupun perikanan akan menjadi lebih produktif karena terjaga ekosistemnya serta bila di tebarkan di lahan bekas tambang yang tandus, lahan tersebut akan menjadi produktif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal fitri memberikan apresiasi yang positif atas prakarsa dari Korem 044/Gapo yang telah memberikan terobosan dengan pemberian Bios 44 untuk membantu menanggulangi Karhutla di Kalteng, dimana wilayah Kalteng memiliki lahan cukup luas yang kategori rawan kebakaran. Dan dengan pemberian Bios 44 ini dapat membantu petani guna mengurangi penggunaan pupuk organik yang biayanya cukup tinggi.

Di wilayah Kalimantan Tengah masih banyak potensi lahan untuk dikembangkan dengan menggunakan Bios 44, yang diharapakan akan meningkatkan produktivitas hasil pertanian warga setempat.

“Saya sangat gembira dengan adanya terobosan yang dilakukan Tim GATOR Korem 044/Gapo dengan penggunaan Bios 44 untuk membantu pencegahan Karhutla di Kalteng dan membantu petani untuk mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk organik di lahan pertanian, ini akan kami tindaklanjuti dengan Korem 102/Pjg untuk pengolahan lebih lanjut,” terangnya. (Penrem-dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *