Kartini Day, Ini Yang Dilakukan Oleh Samsat Pelembang II

Palembang (Lentera Rakyat) — Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan indonesia

Tepat pada tanggal 21 April, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini. Termasuk Di kantor Layanan Samsat Sesumsel pada hari ini seluruhnya mengenakan kebaya nasional dalam melayani wajib pajak kenderaan bermotor di Kantor Bersama sama Masing Masing

Seperti sudah banyak dikenal, Raden Ajeng Kartini adalah pelopor emansipasi wanita yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Kebiasaannya berkorespondensi dengan sahabat penanya dari luar negeri membuat tulisan-tulisannya dikumpulkan dalam bentuk buku yang kini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang.

Untuk menumbuhkan spirit dimaksud para kartini masa kini Samsat Palembang II khususnya para kartini kartini Penagih Pajak Kenderaan bermotor di Kantor bersama Samsat Palembang baik dari Petugas Layanan Kepolisian, UPTB PLG II, Jasa Raharja dan Petugas Layanan Samsat dari Bank Sumsel Babel kompak menggunakan kebaya Nasional.

“Bukan hanya itu saja para Bapak bapak pun menggunakan Seragam Jumputan Khas Palembang mensuport Giat Kartini Samsat Palembang II sebagai bentuk Emansipasi dan Menghargai perjuangan ibu Kartini dalam memperjuangkan Emansipasi Wanita hal ini,” kata Kepala UPTB/ Samsat palembang II Herryandi Sinulingga.

Ditempat yang sama Kasubag TU UPTB Palembang II Tri Hartati menambahkan pihaknya bangga menggunakan kebaya nasional di hari kartini ini dan selaku Kartini kartini yang bekerja di kantor samsat Palembang II sebagai Kartini Kartini Jaman Now yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat wajib Pajak di wilayah kerja samsat Palembang II,  kompak dengan para kartini kartini jasa raharja bank sumsel babel dan kartini kepolisian Ditlantas Polda Sumsel yang bertugas di point layanan samsat baik di samsat keliling, samsat corner dan samsat induk palembang menggunakan kebaya Nasional.

“Ini untuk mengenang perjuangan Ibu Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita dan kami bangga atas apresiasi Bapak bapak di Kantor Samsat Palembang II dalam rangka emansipasi dan kesetaraan gender diwujudkan sebagai bentuk dukungannya memakai Batik Jumputan Khas Palembang sebagai Kain khas budaya Palembang yang tentunya menjadi kebanggan wong kito dipakai sebagai bentuk promosi pakaian khas wong kito diacara perayaan Kartini Day,”  ungkapnya. (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *