Eggi Sudjana Minta Jokowi Taubat Konstitusi

Jakarta (Lentera Rakyat) — Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana tak hanya meminta agar Presiden Joko Widodo memberikan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada kasus yang dianggap sebagai kriminalisasi ulama. Ia meminta agar Jokowi melakukan taubat konstitusi.

“Kalau memang Jokowi sudah demikian memberikan SP3, jangan tanggung-tanggunglah taubat sekalian dalam artian taubat konstitusi,” kata Eggi di gedung DPR, Jakarta, dikutif dari viva.co.id.Rabu 25 April 2018.

Eggi menjelaskan, maksud taubat konstitusi agar bisa lahir hukum Islam di Indonesia. Apalagi disebutkan dalam Pasal 29 ayat 1 UUD 45 yang menyatakan negara RI berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Tuhan yang dimaksud kalau dilihat sila pertama Pancasila, dijelaskan dalam mukadimah alinea ketiga, berkat rahmat Allah. Jadi Tuhan Maha Esa Allah, karena Tuhan Maha Esa Allah, Allah punya hukum namanya hukum Islam,” lanjut Eggi.

Menurut dia, Presiden dan DPR memiliki kewenangan memberlakukan hukum melalui pembuatan undang-undang. Kalau Presiden dan DPR memiliki Islam dan iman yang kuat, maka pasti akan lahir hukum Islam.

“Kenapa sekarang 73 tahun merdeka, enggak pernah lahir (negara Islam). Berarti saya kritik keras Presiden dan DPR-nya dipertanyakan ke-Islamannya, itu fakta, bukan saya menghina. Enggak boleh. Ini kan logika berpikir,” tutur Eggi.

Kemudian, ia mengingatkan tanggung jawab Presiden sebagai eksekutif pemerintahan dan DPR selaku legislatif dalam struktur kehidupan rakyat.

“Bahkan mereka juga tanggung jawab yang menciptakan kemiskinan struktural. Rakyat jadi miskin gara-gara Presiden dan DPR,” kata Eggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas