Pangdam II/Swj Awali Proses Pembangunan Kawasan Terpadu Anak Dalam Jambi

Jambi (Lentera Rakyat) — Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos., kembali melakukan kunjungan kerja di wilayah Korem 042/Gapu (Garuda Putih) Provinsi Jambi. Kunjungan kali ini lebih difokuskan pada wilayah Desa Lubuk Jering Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Jambi, tepatnya di Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas yang selama ini dihuni oleh Masyarakat Suku Anak Dalam (SAD).

Kehadiran Pangdam II/Swj untuk kesekian kalinya ke wilayah ini (26/4/2018) dengan menggunakan Helikopter TNI AD Bell-412 yang didampingi oleh Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra, adalah dalam rangka peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Kawasan Terpadu SAD.

Setiba di lokasi kegiatan, rombongan diterima oleh para pejabat Forkompinda, Ketua DPRD, Pejabat SKPD Kabupaten Sarolangun dan pejabat terkait serta disambut hangat oleh masyarakat setempat beserta Warga SAD termasuk para Tumenggung (Ketua Suku Anak Dalam).

Dalam sambutannya di awal kegiatan, Bupati Sarolangun menyampaikan terima kasih atas kepedulian TNI khususnya Kodam II/Sriwijaya terhadap kondisi kehidupan Warga SAD dan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini dalam meningkatkan kesejahteraan Warga SAD. Drs. H. Cek Endra juga menjelaskan bahwa Pemkab Sarolangun siap untuk mendukung program Karya Bhakti yang diprakarsai oleh Kodam II/Sriwijaya di wilayah tersebut.

Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya selain memberikan sambutan juga memaparkan Konsep Pembangunan Kawasan Terpadu SAD dihadapan warga SAD melalui Videotron yang telah disiapkan di tempat acara, sehingga pesan-pesan yang disampaikan oleh Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos dapat diterima dengan baik oleh warga SAD dan dapat menangkap keinginan Kodam II/Sriwijaya untuk menyetarakan kehidupan Warga SAD, baik melalui pembangunan fisik maupun non fisik.

Tujuan pembangunan Kawasan Terpadu SAD diatas lahan seluas 10 Hektar ini, menurut Pangdam II/Sriwijaya adalah semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan Warga Suku Anak Dalam, sekaligus menyetarakan kehidupannya sehingga dapat sejajar dengan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Ia juga menginginkan agar Warga SAD bisa secara bertahap meninggalkan budaya Nomaden, bisa mendapatkan kesamaan hak dalam pelayanan kesehatan yg layak, memiliki agama sesuai keyakinannya, memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhannya melalui usaha peternakan, pertanian dan perkebunan serta bisa hidup secara rukun dan damai.

Sesuai dengan Site Plan, nantinya dalam kawasan tersebut akan tersedia beberapa infrastruktur antara lain lapangan sepakbola, balai serba guna sebagai tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi antar warga, balai pengobatan dan informasi sebagai pusat layanan kesehatan serta informasi, tempat ibadah untuk mengenalkan agama kepada warga SAD, perumahan dengan desain rumah panggung yang dinilai lebih sesuai dengan keinginan warga SAD dan MCK Komunal.

Selain itu juga di areal tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan Demplot-Demplot sebagai media untuk mengenalkan teknik pertanian, peternakan hingga perkebunan kepada Warga SAD yang selama ini dikenal memenuhi kehidupannya dengan berburu atau bersandar pada hasil hutan (Nomaden).

Ia juga menjelaskan bahwa inspirasi ini bisa terwujud atas bantuan dukungan dana dari Kasad, Pemkab Sarolangon dan beberapa rekan-rekan Pangdam II/Sriwijaya yang selama ini senantiasa aktif mendukung kegiatan Kodam II/Sriwijaya.

Yang tidak kalah menariknya, dalam momen ini Pangdam II/Sriwijaya memberikan kesempatan kepada beberapa warga SAD untuk menyampaikan testimoni dihadapan para undangan. Prada Budi, salah satu remaja dari SAD yang saat ini telah berdinas sebagai prajurit TNI AD bersama orang tuanya, mengucapkan terima kasih kepada Pangdam II/Sriwijaya beserta prajurit yang dipimpinnya yang telah memberikan bimbingan dengan penuh ketekunan sehingga berhasil lulus menjadi prajurit TNI AD.

Prada Budi, yang kini aktif berdinas di Yonif 142/Ksatria Jaya juga mengajak kepada para remaja setempat untuk mengikuti jejaknya, berani keluar dari lingkungan terisolir dan mengabdikan kepada Bangsa Negara melalui jalur kemiliteran.

Sementara itu H. Zaenal, yang sempat bersujud sebagai benruk ungkapan terimakasih dan rasa syukur atas kepedulian Pangdam II/Sriwijaya karena telah mengangkat derajat warga SAD, sambil menangis memeluk Pangdam II/Sriwijaya menjelaskan bahwa sebelumnya warga SAD pernah disiapkan perumahan, namun karena kondisinya tidak sesuai dengan keinginan warga sehingga silih berganti ditinggalkan.

Mantan Tumenggung SAD yang kini memeluk agama Islam ini yakin bahwa konsep perumahan kali ini telah sesuai dengan keinginan warga SAD (desain rumah panggung), selain itu ia juga berharap agar semakin banyak warga SAD yang bisa menjadi anggota TNI.

Pada acara tatap muka tersebut, atas ketulusannya dalam memberikan perhatian kepada Warga SAD selama ini, Pangdam II/Sriwijaya yang disebut oleh warga setempat sebagai “Rajo Tentro” menerima hadiah berupa kalung adat dari warga SAD. Tatap muka diakhiri dengan pemberian bingkisan Sembako oleh Pangdam II/Sriwijaya kepada anak-anak dan warga SAD, sebagai wujud tali asih serta kepedulian prajurit Kodam II/Sriwijaya kepada warga SAD.

Pada puncak acara dilakukan peletakan batu pertama Balai Serbaguna dan Musholla (tempat ibadah) sebagai awal dimulainya proses pembangunan kawasan Terpadu SAD sinergitas Kodam II/Sriwijaya dengan Pemkab Sarolangun oleh Pangdam II/Sriwijaya didampingi Bupati Sarolangun. Mengakhiri lawatannya, Pangdam II/Sriwijaya juga meresmikan fasilitas MCK yang dibangun oleh prajurit Korem 042/gapo, yang telah dituntaskan pembangunannya dan peninjuan terhadap lokasi pembangunan Kawasan Terpadu SAD. (pendam-dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *