NIlai Ujian Nasional SMA dan Setingkatnya Turun Tahun Ini

Jakarta (Lentera Rakyat) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan, telah terjadi penurunan nilai rata-rata ujian nasional (UN) siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia pada 2018.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno mengatakan, penurunan terjadi terutama pada mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia.

Berdasarkan analisis, ada indikasi kuat bahwa penurunan nilai UN itu disebabkan oleh dua faktor. Pertama, faktor perubahan norma. Untuk UN 2018, memang dimasukkan beberapa soal dengan standar yang lebih tinggi dibanding UN 2017.

“Kesulitan ini tampak dialami oleh siswa-siswa di 50 persen sekolah, ditunjukkan dengan rata-rata nilai UN yang menurun,” ujar Totok dikutip dari keterangannya di Jakarta, dikutif dari viva.co.id, Rabu, 9 Mei 2018

Namun menurutnya, nilai UN di 50 persen sekolah lainnya justru mengalami kenaikan. Secara agregat faktor kesulitan soal ini tampaknya berpengaruh kecil.

Kedua, pengaruh lebih besar adalah faktor perubahan moda ujian, dari ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) ke ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Sekolah-sekolah yang semula UNKP dan berubah ke UNBK mengalami penurunan nilai (terkoreksi) sangat signifikan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas