Perang Mercon Warnai Asmara Subuh

Palembang (Lentera Rakyat)  — Perang mercon di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang Sumatera Selatan, warnai asmara subuh di hari pertama pelaksanaan puasa ramadhan 2018.

Ribuan warga Palembang yang didominasi oleh para anak muda ini,  rame-rame mendatangi pelataran Benteng Kuto Besak samping jembatan Ampera Palembang, hanya untuk menikmati suasana apa yang disebut dengan asmara subuh sambil menikmati suasana jembatan dan tepian sungai musi.

Namun suasana yang nyaman dan indah untuk dinikmati oleh sebagai warga palembang itu, berubah laksana seperti sedang terjadi suasana perang, yang mana ribuan anak muda memanfaatkan susana itu denagn aksi saling lempar mercon dengan letusan-letusan yang membahayakan.

Salah seorang warga km 9 Palembang yang bernama Aljabar, kamis (17/05/18) pagi mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini, ia yang tadinya sengaja datang ke pelataran BKB tepian sungai musi untuk menikmati indahnya tempat wisata bersama keluarga dan anaknya,  terpaksa pulang lebih awal karena anakknya takut dengan letusan mercon yang dilempar sembarangan oleh anak muda tersebut.

“Tempat yang tadinya sangat indah bila dinimtai waktu pagi, berubah laksana perang yang terjadi, anak saya takut dan saya terpaksa pulang lebih awal,” katanya

Iapun menyayangkan tempat wisata itu pada saat ramadhan seperti ini, justru dijadikan area perang mercon oleh para anak muda, ia berharap ada perhatian dari aparat karena kalau dibiarkan selain menakutkan juga berbahaya dan sering ada korban akibat kena mercon.

Sementara itu, dari pantauan akibat ramainya anak muda berkumpul dan saling lempar mercon, arus lalulintas macet dan tempat tersebut kotor dipenuhi oleh sampah kertas akibat serpihan mercon. (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas