Bolehkah Langsung Makan Nasi saat Berbuka Puasa?

Jakarta (Lentera Rakyat) – Bagi sebagian orang, memilih berbuka puasa dengan yang manis dan dilanjutkan dengan makan besar setelah salat Maghrib, menjadi salah satu solusi agar perut terhindar dari rasa tak nyaman usai kosong seharian.

Tapi sebagian orang lainnya terbiasa saat langsung makan makanan berat saat buka puasa setelah menyantap sedikit hidangan manis.

Nasi dan lauknya seakan membuat mereka yang telah seharian berpuasa kalap dibuatnya. Alhasil, perut terasa begah, kembung dan berbagai perasaan tak nyaman lainnya.

Kebiasaan makan besar tepat setelah berbuka ini bukannya tak baik, namun kalau memang sudah terbiasa seperti itu, sebenarnya ada trik untuk menyiasati agar perut tak sakit.

Seperti dikatakan oleh ahli nutrisi Tupperware Indonesia, Mel saat ditemui dalam peluncuran Speedy Mando dan Fusion Master Mincer di South Quarter, Cilandak, Jakarta Selatan, dikutif dari viva.co.id, Rabu, 23 Mei 2018.

“Asam lambung ketika puasa akan naik sedikit karena tidak ada makanan yang dicerna. Kalau makan nasi diusahakan minum dulu supaya perut tidak kaget. Kalaupun mau (langsung makan nasi), jangan langsung banyak, bisa perlahan,” ujarnya.

Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda, karena itu ia tidak terlalu banyak melarang, hanya menyarankan menu yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Buka puasa sebaiknya minum dulu, yang ada gulanya. Jadi kadar gula naik sedikit, perut bisa adjust, setelah itu makan nasi dengan protein, sayur, enggak masalah. Dari segi cara  makan juga jangan terlalu cepat,” ujarnya.

Sedangkan untuk buah, sebaiknya bagi yang menderita maag hindari buah yang terlalu asam, seperti apel, jeruk, dan sayur seperti brokoli, kol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas