Tak Dimusnahkan, E-KTP Invalid Rentan untuk Pemilu

Jakarta (Lentera Rakyat) – Komisi II DPR RI menyidak gudang arsip yang digunakan untuk penyimpanan KTP elektronik di daerah Semplak Bogor, Jawa Barat, Senin sore, 29 Mei 2018.

Kepada wartawan, Ketua Komisi II DPR RI Nihayatul Wafiroh, menyebut KTP elektronik invalid yang sudah 8 tahun tidak dimusnahkan rentan disalahgunakan termasuk dalam pilkada, pileg dan pilres 2019.

“Beberapa hari ini viral banyak media yang memberitakan tentang ada dua kardus KTP yang jatuh dan menurut Kemendagri adalah KTP yang invalid. Kami tidak tahu invalidnnya karena NIK seperti apa atau nama dan sebagainya kita tidak tahu. Tapi yang jelas antara KTP asli dan KTP invalid itu sudah sama persis, lalu kami Komisi II menyepakati untuk melakukan sidak di gudang Ini,” katanya dikutif dari  VIVA.

Nihayatul mengatakan, Komisi II akanme lakukan pengawasan lebih dalam terkait insiden ini. Menurut Dukcapil, seluruh KTP yang bermasalah di daerah dibawa ke Jakarta. Hal ini sesuai laporan karena adanya kesalahan fisik dan data.

“Kalau fisik kelihatan salahnnya, namun juga ada salah data NIK dan sebagainya. DPR menyayangkan, selama ini ternyata KTP  itu hanya dikumpulkan. Barulah setelah ramai di media ini  ada tindakan pemotongan,” katanya.

Menurut Nihayatul, ada 805.000 e-KTP yang invalid dengan permasalahan yang ada tadi. Karena itu, Komisi II akan serius dengan permasalahan ini dan apalagi bila diduga ada persoalan penyalahgunaannya.

“Dalam artian pada 27 Juni akan melakukan pilkada tahun depan akan mengadakan pemilu pilpres dan pileg,” kata Nihayatul.

Lanjut Nihayatul mencontohkan, pilkada ini harus harus memakai KTP elektronik.  Ketika ada orang datang membawa KTP elektronik itu otomatis sebelum satu jam akan diberikan haknya untuk memilih atau mencoblos.

Padahal tidak tahu kalau KTP tersebut valid atau tidak. Baru sekarang ini setelah ada temuan e-KTP yang tercecer kemudian dipotong. Artinya, sebelum sebelumnya tidak pernah dipotong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas