Danrem 044/Gapo, Cuti Bagi Prajurit Adalah Panggilan Tugas

Palembang (Lentera Rakyat)  — Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. yang diwakili oleh Kepala Seksi Personel (Kasipers) Korem Letkol Inf Prabowo mengambil apel pemberangkatan cuti lebaran 1439 H bagi prajurit dan PNS jajaran Korem 044/Gapo bertempat di lapangan apel Markas Korem 044/Gapo, Senin (11/6/2018).

 

Dalam apel tersebut, Kasipers Letkol Inf Prabowo membacakan sambutan Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos. disampaikan bahwa pemberian cuti lebaran ini dimaksudkan agar prajurit dan PNS dapat melaksanakan lebaran bersama keluarga secara hikmat dan lebih bermakna. Pelaksanaan cuti lebaran tiap satuan dibagi dua gelombang, yaitu gelombang pertama tanggal 11 s.d 15 Juni 2018 dan  gelombang kedua tanggal 16 s.d 20 Juni 2018.

 

Lebih lanjut Pangdam II/Swj mengingatkan, bahwa bagi prajurit, cuti merupakan tugas dinas, dengan demikian apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh dinas, maka saat itu juga harus segera kembali ke satuannya. Walaupun menghadapi hari raya Idul Fitri, agar senantiasa tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan baik personel  maupun materiil, sehingga dapat dengan cepat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Untuk itu, naluri keprajuritan senantiasa harus diuji dalam bentuk kewaspadaan dan kepekaan terhadap lingkungan sosial,” tegas Pangdam II/Swj.

 

Sementara itu, Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. melalui Kasipers menyampaikan, jaga perhatikan faktor keamanan selama pelaksanaan cuti, terutama bagi anggota yang menggunakan kendaraan, agar melengkapi surat-surat kendaraan dan kelengkapan lainnya, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

“Bagi yang akan mudik pulang ke kampung halaman agar mengutamakan faktor keamananan personil dan materiil selama cuti baik rumah yang ditinggalkan agar dicek ulang tentang air, listrik, kompor gas, kunci jendela dan pintu, jangan sampai terjadi hal yang membahayakan,” terangnya.

 

Danrem juga menekankan, bahwa cuti bagi prajurit adalah dinas, dan dinas adalah tugas, jadi setiap prajurit yang menerima tugas harus dilaksanakan dengan berhasil. “Keberhasilan dalam melaksanakan tugas cuti adalah dapat kembali dengan selamat, baik personel maupun materiil,” tegas Danrem melalui Kasipers. (penrem-dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas