Kekuatan Era Uni Soviet Terlahir Kembali di Piala Dunia

Rusia (Lentera Rakyat) – Performa Rusia di Piala Dunia 2018 benar-benar luar biasa. Berstatus sebagai tim peserta yang paling rendah peringkatnya di klasemen FIFA, Rusia mampu membuat publik tersentak dengan permainan menghibur dan mematikannya.

Dalam dua pertandingan, Rusia menyapu bersih kemenangan. Bukan cuma itu, mereka juga menorehkan produktivitas gol yang luar biasa.

Sudah delapan gol yang dicetak Rusia dalam dua pertandingan pembuka di Piala Dunia 2018. Torehan ini, membuat Rusia melewati catatan Spanyol pada Piala Dunia 2010.

Ya, saat jadi juara delapan tahun lalu, Spanyol tak banyak menciptakan gol. Mereka cuma delapan kali menjebol gawang lawan.

Torehan delapan gol Rusia, yang berstatus tuan rumah, pada dua laga awal ini juga membuat mereka setara dengan Italia. Catatan yang sama pernah dibukukan Italia saat menjadi tuan rumah di Piala Dunia 1934.

Berbagai rekor ini tentunya harus dicermati oleh tim-tim lain. Tak cuma Uruguay, yang akan jadi lawan terakhir di penyisihan grup. Namun, calon lawan Rusia pada fase gugur nanti sudah seharusnya waspada.

Sebab, apa yang dicatatkan Rusia pada Piala Dunia kali ini, bisa menjadi sinyal bahwa poros kekuatan kuno sepakbola sudah bangkit.

Kemampuan Yashin sebagai penjaga gawang nomor wahid dunia sudah diakui oleh FIFA. Bahkan, ada penghargaan bertitel Lev Yashin Award untuk para kiper terbaik yang berlaga di Piala Dunia, sejak 1994 hingga 2006.

Yashin juga dikenal sebagai satu-satunya kiper yang bisa menyabet penghargaan individu bergengsi, Ballon d’Or. Gelar tersebut disabet Yashin pada 1963 silam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas