Sebelum Coba Perawatan Kecantikan dengan Laser, Ketahui 3 Hal Ini

Jakarta | Lentera Rakyat.com – Laser untuk kecantikan baik wajah hingga untuk mendapatkan tubuh ideal kini semakin diminati banyak wanita. Selain hasilnya yang lebih memuaskan, perawatan dengan laser dikenal tak menyakitkan seperti perawatan-perawatan terdahulu.

Salah satu klinik kecantikan yang kini mendapat tempat di hati banyak wanita dan awalnya dikenal sebagai klinik pionir yang menghilangkan rambut secara permanen tanpa rasa sakit dengan teknologi laser, ZAP Clinic kini juga semakin dikenal sebagai klinik kecantikan.

Ditemui usai peresmian klinik ke-37 mereka di Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 29 Juni 2018, Dokter ZAP Clinic Jakarta, Adinda Fitriningtias memberikan beberapa tips bagi mereka yang baru pertama ingin mencoba perawatan dengan laser dan merasa ragu untuk mencoba

Kriteria yang tidak boleh melakukan laser

Perawatan dengan laser bisa dilakukan untuk siapa saja, asalkan tidak dalam kondisi hamil (usia kandungan berapapun), menderita lupus, vitiligo, epilepsi, pasien herpes dan pasien dengan riwayat kanker.

Sementara untuk yang menderita alergi dan psoriasis, diperbolehkan asal sembuh terlebih dulu atau perawatan ditunda setelah sembuh.

Penting sebelum laser

“Sebelum treatment konsultasikan dulu dengan dokter kontra indikasinya, dan harus pakai priming (krim untuk mempersiapkan sebelum treatment), seperti sunblock atau krim malam,” ujar Adinda dikutif dari viva.co.id.

Priming penting untuk meningkatkan efektivitas perawatan laser dan mengurangi efek samping dari perawatan. Disarankan dilakukan dua minggu sebelum menjalani perawatan laser.

Sebelum melakukan laser juga tidak boleh melakukan tanning dua minggu sebelumnya.

Setelah perawatan laser

Dokter akan menyarankan untuk tidak berenang, menggunakan krim malam (jika laser di bagian wajah), mandi dengan air panas atau hangat. Hal ini ternyata karena sifat laser yang panas mengendap dalam waktu 2×24 jam, sehingga disarankan tidak melakukan apa-apa dalam jangka waktu tersebut untuk mengetahui reaksi dari laser. Reaksi tersebut bisa alergi atau tidak, atau efek lainnya yang mungkin muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *