Palembang | Lentera Rakyat.com — Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla) Provinsi Sumatera Selatan melakukan upaya kesiapsiagaan secara serius untuk menghadapi potensi ancaman kebakaran di wilayah Sumsel. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Satgas Karhutbunla Provinsi Sumatera  Selatan Kolonel Inf Iman Budiman. yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo pada Rakor di Posko Satgas Siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan Prov. Sumsel, Selasa (17/7/2018).

 

Upaya kesiapsiagaan yang dibangun Satgas Karhutbunla Prov. Sumsel melalui pengaktifan Pos Komando (Posko) di tingkat administrasi terendah yaitu Desa, serta mengajak partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha untuk mengantisipasi Karhutbunla di wilayah masing-masing. Kesiapsiagaan ini juga dimaksudkan untuk menyukseskan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, dimana Palembang dan Jakarta sebagai tuan rumah yang akan dibuka pada tanggal 18 Agustus 2018 mendatang.

 

Dansatgas Karhutbunla Prov. Sumsel Kolonel Inf Iman Budiman, S.E. pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa sesuai Keputusan Gubernur Sumsel, Siaga Karhutbunla pada tahun 2018 ini dimulai tanggal 1 April hinggal 31 Oktober 2018, dan dalam waktu tersebut sudah kita bagi menjadi beberapa zona untuk menentukan eskalasi kesiagaan.

“Zona  tersebut yaitu hijau berarti normal, kuning berarti awas dan merah berarti waspada. Dan sekarang ini kita sudah masuk zona kuning sejak 20 Juni lalu dan akan masuk zona merah pada tanggal 25 Juli nanti dimana waktu tersebut mulai puncak musim panas dan kita akan siap siaga di daerah rawan,” terang Dansatgas.

 

Lebih lanjut Dansatgas menyampaikan, Satgas juga telah membentuk beberapa Tim yang akan bergerak memantau di 55 titik sangat rawan yang ada di wilayah Kabupaten OKI, Muba, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim, dimana dari 55 titik tersebut kita kelompokkan menjadi 30 sektor dan dari 30 sektor tersebut kita jadikan 10 kolam yang akan dipantau secara langsung oleh Tim Satgas.

“Pembagian titik-titik pantau yang dari 55 titik menjadi 30 sektor dan menjadi 10 kolam ini untuk memudahkan kita memantau dan bergerak dalam mengatasi apabila terjadi kebakaran. Dan alhamdulillah sudah 90 persen kegiatan ini kita lakukan,” terang Kolonel Inf Budiman.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Prov. Sumsel Bapak Iriansyah menyampaikan, bahwa dalam mendukung operasional Satgas Karhutbunla Prov. Sumsel, pemerintah telah memberikan bantuan helikopter yang dapt digunakan untuk patroli maupun penindakan dengan menggunakan water bombing.

“Kegiatan patroli udara dengan menggunakan helikopter rutin kita lakukan guna memantau kebakaran secara langsung, karena dengan helikopter ini lebih efektif dibanding melalui darat, meskipun BNPB juga sudah menggunakan data dari LAPAN untuk memantau titik panas,” terang Iriansyah. (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *