Gubernur Alex Noerdin Jamu Delegasi Utusan dari 120 Negara

Palembang | Lentera Rakyat.com  – Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyambut dengan sukacita kedatangan semua delegasi dan peserta sesi ke-30 Man dan Biosfer Program International Coordinating Council (MAB-ICC) UNESCO dengan menggelar welcome dinner di Griya Agung, Senin (23/7) malam

Dirinya mengaku senang atas kehadiran utusan dari 120 Negara. Terlebih Provinsi Sumsel ditunjuk oleh UNESCO sebagai tuan rumah konferensi internasional yang bergengsi ini. Dirinya berharap kepada seluruh peserta untuk dapat menikmati Kota Palembang meskipun saat ini puncak musim kemarau dengan suhu relatif tinggi.
Di kesempatan itu Gubernur Alex Noerdin menceritakan sekilas bahwa Kota Palembang adalah kota tertua di Indonesia, dan memiliki sejarah sebagai ibu kota Kerajaan Sriwijaya.
Lanjutnya, pada tahun 684, Raja Sriwijaya sebagaimana tertulis pada Prasasti TALANG TUWO, mengimbau umatnya untuk melestarikan lingkungan dan hutan mereka dengan menanam pohon dan tanaman, membangun drainase dan mengelola sumber air. “Dan ini adalah semangat kami dalam melestarikannya,”katanya.
Dijelaskannya, pada tahun 2015 di Provinsi Sumsel telah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang besar. Oleh karena itu mulai sejak tahun 2016, dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan mitra lainnya yang memulai Pengembangan Pertumbuhan Hijau – untuk mengundang semua pelaku untuk menjalankan P4 (Public Private People Partnership) untuk melestarikan hutan dan lahan gambut.
“Saat ini kami sedang mengembangkan kemitraan kami dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan yang memfokuskan kegiatan perlindungan, rehabilitasi dan pemulihan di 11 situs yang bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah, sektor swasta, bahkan Internasional serta didukung oleh pemerintah kabupaten, dan pada bulan Mei 2017 yang lalu, kota Palembang dipercaya sebagai tuan rumah The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting,”katanya.
Disamping itu, kata Alex Provinsi Sumsel merupakan salah satu Provinsi yang zero konflik. Itu merupakan salah satu syarat utama Provinsi Sumsel dipercaya sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
“Kami harap para peserta untuk dapat melihat Kota Palembang dengan menikmati makan khas seperti Pempek, Mie Celor dan lainnya,”tutupnya. (dva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *