Kampanye Gerbang Pambayaran Nasional (GPN) Di Launching

Palembang | Lentera Rakyat.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan Launching Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Area Car Free Day Kambang Iwak dalam acara, mingg 29/07/2018). Ditujukan untuk mendukung dan mendorong efisiensi transaksi sistem pembayaran seiring dengan semakin bertumbuhnya ekonomi dan kualitas pembangunan yang semakin baik di Sumatera Selatan umumnya dan Kota Palembang khususnya.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudy Hairudin, mengatakan Kampanye GPN yang dilaksanakan di Palembang, juga dilakukan secara serentak di Kantor Pusat dan 17 Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

 

“Tentu saya juga mengapresiasi kepada Pemerintah kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta Perbankan yang telah menunjukkan komitmen untuk mendorong Gerakan Nasional Non Tunai di Provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya

 

Disampaikannya, untuk mewujudkan sistem pembayaran nasional yang lancar, aman, efisien, dan andal, serta terintegrasi maka diperlukan mekanisme sistem pembayaran nasional dalam suatu tatanan yang mampu memproses seluruh transaksi pembayaran ritel domestik. Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) adalah suatu sistem yang menghubungkan berbagai kanal pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen Bank dalam satu sistem pembayaran.

 

Melalui kartu berlogo GPN, masyarakat dapat menggunakan kartu ATM/Debet diseluruh ATM dan terminal pembayaran dalam negeri dengan biaya lebih rendah. Data transaksi nasabah juga menjadi lebih aman karena penyelesaian transaksi dilakukan di dalam negeri.Kehadiran GPN, dapat memperluas akseptansi nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran.   Selanjutnya sebagai upaya untuk mendukung implementasi GPN, BI dan Industri secara intensif melakukan sosialisasi berkelanjutan dalam bentuk kampanye GPN.

 

“ Melalui kampanye nasional GPN bertujuan untuk menumbuhkan Awareness yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai GPN dan ekosistem GPN.  Acceptance, yaitu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap ekosistem GPN, mendorong masyarakat untuk memiliki serta menerima penggunaan kartu ATM/Debet dan kanal pembayaran berlogo nasional.

 

Behavior, membentuk perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran ritel non tunai dengan menggunakan instrumen dan infrastruktur berlogo nasional.  Advocate, yaitu keberadaan ekosistem dan kebijakan GPN yang dikomunikasikan oleh BI dan stakeholders telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, sekaligus masyarakat sudah mampu mempromosikan berjalannya kebijakan tersebut dengan baik.” Urai Rudi

 

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, berdasarkan laporan Bulanan Perbankan yang disampaikan ke Bank Indonesia,secara nasional akumulasi frekuensi transaksimenggunakan kartu ATM/Debetdari Januari hingga Juni 2018 tercatat sebanyak 3,1 milyar transaksi atau mengalami pertumbuhan 6,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selanjutnya dengan populasi yang sangat besar(250 juta penduduk) atau setengah dari total populasi seluruh ASEAN, lebih dari 65% penduduk Indonesia berpotensi menjadi pengguna sistem pembayaran,mengingat jumlah kelas menengah yang mencapai lebih dari 170 juta jiwa

 

“ Kedepan peningkatan kebutuhan bertransaksi non tunai di berbagai jenis transaksi ritelseperti layanan publik, e-commerce, billing, dan lainnya memerlukan dukungan sistem pembayaran non tunai yang aman, efisien dan handal. Dengan demikian, sistem pembayaran yang semakin lancar akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk bertransaksi yang kemudian dapat menstimulus gairah aktivitas perekonomian yangpada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan terciptanya stabilitas sistem keuangan,” Tutup Rudi (dhie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas