Press "Enter" to skip to content

Kiai Ma’ruf Serukan Karyawan tak Dipaksa Pakai Atribut Natal

Jakarta (Lentera Rakyat)  — Mejelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan tausyiah menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2018 di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat. Ketua Umum MUI, Prof KH Ma’ruf Amin mengatakan, MUI merasa perlu memberikan tausyiah karena setiap pergantian baru terdapat kerawanan-kerawanan.

Dalam salah satu tausyiahnya, Kiai Ma’ruf menyerukan kepada pimpinan perusahaan agar tidak memaksa karyawannya yang muslim untuk memakai atribut natal. Menurut dia, waktu lalu MUI juga telah mengeluarkan fatwa haram terkait penggunaan atribut natal bagi umat Islam.

“Kita sudah mengatakan kepada pimpinan dan lembaga dilarang memaksa karyawannya memakai atribut natal. Jika nanti ada yang memaksa maka akan dipidanakan,” ujarnya di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, sperti dikutif dari Republika Jumat (22/12).

Di samping itu, Kiai Ma’ruf juga menyerukan agar umat Islam juga tidak melakukan sweeping atau pun razia pada saat perayaan natal dan tahun baru. Jika ada yang melakukan hal itu, maka sudah menjadi kewenangan polisi, sedangkan MUI hanya memberikan fatwa.

“Tahun lalu ada riak-riak sweeping tapi tidak ada. Dan sekarang juga diharapkan tidak ada pemaksaan atrbutan natal dan juga sweeping. Nah ini adalah seruan dari MUI,” katanya.

Sementara, Sekjen MUI Anwar Abbas menyampaikan bahwa MUI juga menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus berusaha menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta menjauhi falsafah dan pandangan hidup yang tidak sesuai dan tidak sejalan dengan falsafah Pancasila dan UUD 1945.

“Agar bangsa ini tetap dapat berdiri kuat dan kokoh sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu terciptanya negeri yang indah, aman dan damai serta rakyatnya hidup dalam kesejahteraan dan keadilan serta dilindungi oleh Allah SWT,” jelasnya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *