Press "Enter" to skip to content

Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 18 Polisi

Mogadisu (Lentera Rakyat) — Serangan bom bunuh diri di akademi kepolisian yang berada di Mogadishu, Somalia menewaskan sedikitnya 18 anggota polisi.

Jenderal Muktar Hussein Afrah yang bertindak sebagai kepala polisi mengatakan ledakan tersebut juga melukai 15 orang lainnya.
Seperti dilaporkan Aljazirah, Jumat (15/12) insiden itu dilakukan oleh kelompok Al-Shabab yang merupakan sekutu Alqaidah. Seorang saksi mengatakan, anggota kepolisian itu tengah melakukan apel pagi sebelum pelaku meledakan serangan tersebut.
“Ini adalah operasi syahid, di mana mujahidin menyasar kamp akademi kepolisian,” kata sebuah pernyataan yang dimuat di sebuah situs pro al-Shabab.
Serangan tersebut merupakan pertempuran lama yang dilakukan al-Shabab untuk menggulingkan pemerintahan resmi Somalia yang diakui dunia internasional. Jenderal Muktar Hussein Afrah mengatakan, pelaku menyerang dengan menyamar sebagai anggota polisi untuk bisa masuk ke dalam akademi.
Afrah mengatakan, saat ini korban tewas dan luka telah dilarikan menggunakan ambulan ke rumah sakit terdekat. Meski demikian, Afrah melanjutkan, angka kematian bisa saja bertambah menyusul ledakan yang terjadi berada di tengah keramaian.
Sementara, Al-Shabab merupakan salah satu kelompok mematikan di Afrika. Belakangan, grup ekstremis tersebut meningkatkan serangannya ke berbagai pangkalam militer Amerika Serikat menyusul disetujuinya penambahan serangan udara kepada pemberontak tersebut.
Kelompok ekstremis itu telah kehilangan pijakan di Mogadishu pada 2011 lalu namun masih meluncurkan serangan terhadap militer, pemerintah hingga warga sipil. Seperti serangan bom truk yang terjadi di Mogadishu Oktober kemarin hingga menewaskan 512 warga.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *