Press "Enter" to skip to content

Jembatan Desa Brugo Putus, Prajurit TNI Lakukan Perbaikan

Muara Enim (Lentera Rakyat) — Jembatan gantung yang melintang diatas Sungai Lematang penghubung Desa Berugo dan Tanjung Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, yang beberapa waktu lalu dikabarkan mengalami kerusakan dan menghambat aktivitas kedua warga desa, sejak sepekan ini mulai dilakukan perehaban.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto. menyampaikan telah  memerintahkan Dandim 0404/Muara Enim untuk meninjau dan melaksanakan survey (5/1/2018) untuk selanjutnya dilakukan tindak lanjut pelaksanaan perbaikan. Untuk pengerjaan telah disiapkan prajurit dari Yonzipur 2/SG.

Kondisi jembatan sepanjang sekitar 200 Meter dengan kelebaran 1,8 Meter yang dibangun oleh Pemkab Muara Enim pada tahun 2006 itu memang cukup rapuh, pada bagian alas hanya menyisakan beberapa keping papan, besi penyanggah banyak yang putus dan bebwrapa pipa penyanggah keropos sehingga tidak bisa lagi dilalui oleh masyarakat.

Bertepatan dengan Karya Bakti yang dilaksanakan oleh Kodim 0404/Muara Enim dan Yonzipur 2/SG bersama masyarakat,  Mayjen TNI AM. Putranto, didampingi Aster Kasdam II/Swj Kolonel Inf Rionardo langsung dalam kegiatan tersebut.

“Saya dibantu oleh Pemda dan PT. MHP (Musi Hutan Persada), sama-sama bergotong royong untuk memperbaiki ini. Saya berharap dengan diperbaikinya jembatan ini, masyarakat disini termasuk yang diseberang sana bisa menggunakannya dengan baik, sehingga perekonomian akan lebih lancar,” jelasnya

Jembatan gantung itu begitu vital, karena harus berjalan melambung sekitar 8 Km jika kondisinya terputus. “Anak-anak sekolah yang dari sini tetap harus kesana, bisa dibayangkan kalau mereka menjadi korban, terjatuh dan sebagainya. Jadi, tujuan utama adalah kita menyelematkan generasi muda untuk tetap bisa bersekolah dan kami targetkan tiga minggu jembatan ini selesai diperbaiki”, imbuh Pangdam II/Swj.

“Karya Bakti prajurit Kodam II/Swj dari Kodim 0404/Muara Enim dan Yonzipur-2/SG ini, bukan pekerjaan yang ringan. Hembusan angin yang kencang, menyebabkan badan jembatan selalu bergoyang sehingga diperlukan penguatan pada konstruksi jembatan. Berdasarkan data, jembatan ini sudah 2 kali diadakan perbaikan, pada tahun 2009 dan 2014. Namun pada akhir tahun 2016, kembali mengalami kerusakan.” terang Dandim 0404/Muara Enim yang hadir di lokasi kegiatan mendampingi Pangdam II/Swj.

Semenetara, Kepala Desa Berugo Desi Aryani, kerusakan jembatan tersebut sudah terjadi setahun lalu dan keberadaannya sangat dibutuhkan warga karena menjadi akses pergi ke kebun, aktivitas warga sehari-hari dan jalan terdekat anak-anak menuju ke sekolah. Memang ada alternatif lain, warga menyeberang sungai yaitu dengan menumpang ketek, namun harus mengeluarkan uang untuk ongkos. (pendam-dhie)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *