1.043 Tenda Sudah Dibangun untuk Sekolah Darurat di Sulteng

Jakarta | Lentera Rakyat.com – Satgas Gabungan Penanganan Gempa-tsunami Sulawesi Tengah melakukan rawat evaluasi jelang berakhirnya masa tanggap darurat pada 26 Oktober 2018. Sehari sebelum tanggap darurat usai, pembantu tenda untuk sekolah darurat terus dikebut.

“Untuk mengefektifkan proses belajar mengajar sudah dibangun tenda-tenda ruang kelas darurat sebanyak 1.467 kelas darurat, tenda yang sudah dibangun 1.043, masih kekurangan tenda 423 Tenda,” kata Kabag Humas Pemprov Sulteng, Adiman dalam kegarangannya tertulis, dikutif dari detik.com, Kamis (25/10/2018).

Adiman mengatakan, rapat evaluasi itu dilakukan di kantor gubernur pada Kamis (25/10). Rapat juga dihadiri Kepala BNPB Williem Rampangilei.

Selain infrastruktur untuk pendidikan yang sedang dikebut. Satgas juga mengupayakan penambahan tenaga medis untuk ditempati di rumah sakit dan puskesmas yang sudah beroperasi.

“Saat ini fungsi Rumah RS sudah dapat berfungsi dan juga Puskesmas sudah dapat berfungsi tetapi untuk tenaga medis organik supaya dapat difungsikan dengan baik dan kedepan kementrian akan menugaskan tim pendampingan kesehatan,” ujarnya.

Dalam rapat itu juga disampaikan bahwa masa tanggap darurat tak perlu diperpanjang. Sebab kondisi masyarakat saat ini sudah kondusif.

“Kepala BNPB menyampaikan, melihat kondisi masyarakat sudah kondusif sehingga kita tidak perlu melanjutkan tanggab darurat, kita masuk ke tahap transisi darurat menuju pemulihan dan rekontruksi,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *