Press "Enter" to skip to content

Pantau Batas Wilayah, Danpuslapur Martapura Lakukan Patroli

Martapura OKUT | Lentera Rakyat.com  — Untuk memastikan letak dan perbatasan wilayah Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Sumatera Selatan, yang secara langsung langsung berbatasan dengan area masyarakat, di komandoi langsug oleh Danpuslatpur Kol Inf Kunto Arief Wibowo bersama dengan para anggota, melakukan wisata patroli menyusuri lahan  dengan jarak tempuh hingga 60 kilo meter.

Patroli dilaksanakan dalam rangka berinteraksi secara langsung dengan jajaran prajurit Puslatpur yang berjaga dan merawat perbatasan wilayah milik Puslatpur, sekaligus juga untuk berinteraksi dengan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan batas kewilayahan.

Komandan Puslatpur, Kol Inf Kunto Arief Wibowo menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah untuk memberikan pemahaman kepada anggota dan memastikan kewilayahan yang dimiliki Puslatpur tetap terjaga dengan baik, selain itu juga kegiatan  dimaksud untuk memperkuat kebersamaan didalam satuan.

Menurut Kunto, wilayah Puslatpur sangat luas, secara bersamaan berada di wilayah Kabupaten OKU Induk, Oku Timur, Dan OKU Selatan, oleh karenanya guna menjaga agar wilayah yang menjadi tanggung jawab Puslatpur tetap terjaga maka salah satunya dilakukan patroli.

“ Hari ini saya bawa sekitar 30 orang anggota melakukan patrol kebeberapa titik, kita mengharapkan wilayah yang kita miliki tetap terjaga dengan baik, baik itu batas yang ada, maupun ekosistem didalamnya harus tetap terjaga,” Ungkap Kunto disela kegiatannya di salah satu lahan Puslatpur di desa Waihiling, Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU Induk Sumatera Selatan, selasa (25/12/2018).

Dijelaskan Kunto, area yang cukup luas dengan berbagai ekosistem yang ada didalamnya, tentu ada strategi khsusus untuk merawat serta menjaganya, agar kedepan tidak ada hal yang tetunya menjadi masalah ketika satu sama lainya tetap di pelihara dengan baik.

Sejak awal lahan Puslatpur secara langsung dibatasi oleh jalan, serta ada sungai dan adapula yang berbatasan dengan tanah milik warga, ini yang terus dijaga.

“ Kita hanya ingin memastikan bahwa lahan dan batas kewilayahan ini tetap terjaga, jangan sampai ada lahan kita yang disalahgunakan oleh masyarakat, yang kemudian akan menjadi hambatan pada saat lahan akan digunakan seuai fungsinya,” Ungkapnya

Selanjutnya ditambahkannya, lahan yang ada memang ada beberapa titik yang diolah untuk pertanian, naun itu tetap harus mengacu kepada aturan, dan sifatnya tidak mengganggu area latihan tempur yang secara rutin dilaksanakan di lahan Puslatpur.

“ Kedepan kegiatan ini akan kita kembangkan terus, sehiangga kita dapat memastikan lahan yang ada tetap terpelihara dengan baik,” Pungkasnya (dhie)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *