Press "Enter" to skip to content

Tanam Padi Black Madras Menggunakan Bios 44

Sumbar — Kodim 0308/Pariaman melakukan penanaman perdana padi jenis Black Madras dengan menggunakan BIOS – 44 di areal demplot sawah Kelompok Tani Indah Sakato I seluas 1 hektar di daerah Ting Blau Korong Kasang Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P didampingi oleh Kasrem 032/Wbr Kolonel Inf Edi Nurhabad, Para Kasi Rem 032/Wbr serta Danyon 133/YS.

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo dalam kesempatan tersebut berharap dengan ditanamnya padi jenis Black Madras yang di kombinasikan penanamannya dengan Dekomposer Bios-44 itu bisa berhasil dan panen dengan hasil yang memuaskan.

” Kita harapkan hasilnya menjadi lebih baik dan masyarakat di daerah lain bisa mengikuti jejak yang telah dilakukan ini,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kelebihan benih padi Black Madras dibanding benih padi biasa adalah kandungan zat amilase yang rendah sehingga cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Karena itulah menurut Kunto, varietas padi ini sering disebut dengan padi diabet. Tanaman ini juga tidak mudah terserang hama dan penyakit karena serangga tidak tertarik melihat warna daunnya yang berbeda dengan tanaman padi biasa.

Sementara Dandim 0308/Pariaman Letkol Arm Heri Pujianto dalam hal ini menjelaskan kepada Danrem bahwa padi jenis Black Madras ini merupakan salah satu varietas padi dari India yang dikembangkan oleh Poktan Indah Sakato 1 di daerah Korong Kasang Kecamatan Batang Anai pimpinan Bapak Mursilan.

Sama dengan jenis padi pada umumnya, jika padi biasa daunnya berwarna hijau maka black madras ini daunnya berwarna ungu. Meski daunnya berwarna ungu, tetapi beras yang dihasilkan tetap berwarna putih.

Berkaitan dengan hal tersebut sesuai dengan program dari Danrem 032/Wirabraja tentang sosialisasi BIOS -44 di wilayah Sumbar sebagai Dekomposer untuk pemulihan kesuburan tanah maka penggunaannya kali ini akan dikombinasikan dengan penanaman padi Black Madras sebagai contoh kepada petani di daerah yang lain nantinya.

“BIOS-44 sudah dicoba di berbagai tempat dan hasilnya ada perbedaan yang signifikan dari kualitas dan berat padi,”ungkap Dandim.

Penanaman padi merupakan Program Ketahanan pangan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap Pemerintah Pusat untuk mencapai swasembada pangan, yang mana diharapkan agar program ini dapat mencapai hasil yang maksimal nantinya.

Kegiatan penanaman perdana Padi Black Madras dengan menggunakan BIOS-44 ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Padang Pariaman Bapak Yurisman,S.P, M.M yang mewakili Bupati Padang Pariaman, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Taman Siswa Padang Ibu Dr.Ir Jamilah, M.P, Perwakilan Mahasiswa Universitas Taman Siswa Padang, dan para tokoh adat,tokoh pemuda kecamatan Batang Anai. (adi-penrem 032)

Bagikan ini:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *