Press "Enter" to skip to content

Danrem 032/Wbr Papar Mengenai Arus Golbal dan Krisis Sosial Dihadapan Mahasiswa

Sumbar | Lentera Rakyat.com — Yayasan Peduli Anak Bangsa melaksanakan Seminar Nasional  tentang Paradigma Tantangan Globalisasi, Kompetensi dan Kolaborasi di Gedung SCC STKIP PGRI Jln. Gurun Panjang  Kec.  Nanggalo Padang Sumatera Barat, 21/4/2019.

Ketua Yayasan Peduli Anak  Bangsa  Arfin Jayadiningrat, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun kolaborasi dan sinergi antara Yayasan dengan  BUMN dan seluruh komponen bangsa  dengan harapan kedepan akan lebih banyak pembangunan  berbagai bidang di Kepulauan Mentawai, dan termasuk pemberian Program Beasiswa Pendidikan.

Ditempat yang sama,  Komandan Korem  032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P selaku pemateri pertama menyampaikan    apresiasi  atas terlaksananya kegitatan yang sangat bagus untuk kemajuan bersama.

Dijekaskannya salah satu  dampak dari arus globalisasi saat ini adalah krisis sosial yang semakin meluas kepada seluruh lapisan masyarakat  dan apabila ini dibiarkan tanpa filter maka akan berpengaruh langsung terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa.

Guna mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan upaya upaya  mengatasinya dengan berbagai  langkah diantaranya, jangan pernah berhenti berinovasi, jangan berlindung dibawah regulasi, manfaatkan teknologi dengan sebaik baiknya, jangan pernah merasa puas terhadap apa yang sudah diperoleh, ciptakan hubungan customer oriented.

“ Agar kita bisa menggapai visi kebangsaan yaitu “menciptakan masyarakat yang bersatu modern dan profesional serta mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di dalam bingkai NKRI”.” Ungkapnya.

Lanjut menurut Danrem bahwa era saat ini  generasi millenial harus membina diri dan menciptakan peluang peluang untuk kemajuan dan generasi muda harus siap menghadapinya. Untuk itu generasi sekarang harus memenuhi syarat dasar yang harus dimiliki  yaitu  Kekuatan Naluri memahami mana yg benar dan salah, Agresif dengan antusias untuk berkarya dan rela berkorban,

Berani mengambil keputusan dengan resiko dan konsekwensinya dan yang terakhir generasi millenial harus memiliki Idea yang muncul dari hasil penguasaan terhadap suatu masalah. Upaya mengatasinya dan menjawab tantangan  adalah pahami siapa kita pelajari kemampuan kita dan cari solusinya.

Dalam sesi akhir paparannya Danrem bahwa  menyampaikan  dari Sabang sampai Merauke adalah satu dan sama jangan kita tonjolkan perbedaan suku, agama, ras maupun antar golongan mari kita jaga persatuan dan pelihara kebersamaan, tegas Danrem mengakhiri.

Seminar Nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai  Universitas di Kota Padang baik dari PTN maupun PTS.(adi)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *