Danrem 032/Wbr Pimpin Prajurit Latian Menembak

Sumbar — Guna menjaga kemampuan dan memantapkan Profesionalisme Prajurit untuk menembak, Danrem 032/ Wirabraja melaksanakan latihan menembak di Lapangan Tembak Kompi Senapan A Yonif 133/YS Jln. Joni Anwar Lapai, Padang, Rabu (24/4).

Komandan Korem 032 / Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan diharapkan setiap personel TNI terutama yang ada dijajaran Korem 032/Wbr menjaga atau bahkan terus meningkatkan kemampuan menggunakan senjata sesuai ketentuan menembak.

“Kemampuan menembak prajurit menunjukkan profesionalitas diri sebagai alat pertahanan negara yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui kegiatan pembinaan latihan menembak secara rutin,” Kata Danrem

Lebih lanjut dikatakannya dengan diselenggarakannya latihan menembak ini diharapkan dapat meningkatkan Profesionalisme, memelihara kemampuan serta pembinaan perorangan bagi setiap personel, sehingga selalu siap pada saat menjalani operasional.

“Walaupun personelnya disibukkan dengan berbagai tugas kewilayahan dalam menunjang program pembinaan territorial, namun jati dirinya sebagai prajurit TNI AD hendaknya harus tetap terpelihara, untuk itu latihan-latihan seperti ini selalu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” Jelasnya.

Kemampuan dasar yang sudah diberikan sejak dalam pendidikan dan yang didapatkan disatuan harus benar-benar dikuasai dan melekat pada diri prajurit. Selama masih aktif sebagai prajurit TNI dimanapun bertugas latihan kemampuan dasar tersebut selalu dilaksanakan, hal tersebut terkait dengan kesiapsiagaan prajurit kapanpun dan dimanapun mereka ditugaskan.

” Disini juga kita mengasah kemampuan menembak, kita dapat belajar  bagaimana  melatih diri dan berani memutuskan diantara mana yang lebih kita prioritas diantara yang prioritas” ujar Danrem.

Selanjutnya Jenderal Bintang satu ini menjelaskan, dengan latihan menembak juga melatih para anggota bagaimana belajar mengendalikan emosi diri sendiri dalam menembak, bila diri sendiri masih bergejolak, lelah dan bosan bagaimana bisa menembak sebuah target yang menjadi tujuan. Jadi menembak diibaratkan bila diri sendiri masih keadaan bergejolak, lelah dan bosan,  bagaimana bisa menganalisa, mempertimbangkan dan memutuskan sutau tujuan. Termasuk memutuskan sesuatu hal yang tersulit walaupun diri sendiri telah mengorbankan banyak hal.

“ Itinya kita ingin dengan semakin banyak latihan maka akan semakin teratih dan semakin baik pula kemamouan yang ada pada diri masing-masing prajurit,” Pungkasnya (adi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *