Press "Enter" to skip to content

Sambut Ramadhan, Sekolah Kartika Padang Gelar Masak Lemang

Padang | Lentera Rakyat.com — Dalam rangka ikut menghidupkan kembali tradisi yang memiliki nilai sejarah pada masa penyebaran Islam di Sumatera Barat, serta menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2019, Yayasan Kartika Jaya Rem 032 Cabang I Bukit Barisan menggelar masak lemang bersama ratusan siswa dan guru serta pengurus yayasan.

Ketua Yayasan Kartika Jaya Rem 032 Cabang I Bukit Barisan, Mia Kunto Arief Wibowo menyampaikan kegiatan ini dimaksud untuk kembali menumbuhkan rasa memiliki budaya kepada siswa terutama budaya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan sama-sama memasak lemang.

“ Anak-anak kita libatkan sejak proses awal persiapan memesak lemang, yakni menyiapkan bambu, membersihkan, memasukan daun laipsan dalam bambu, memasukan beras hingga proses memasak di api, maksudnya agar anak bisa mengetahui mulai dari awal proses dilaksanakan,” jelas Mia, jum’at (03/05/2019)

Ditambahkannya, sore nanti hasil lemang yang dimasak akan dimakan bersamaan dengan sekitar 600 orang mulai dari siswa SMA Kartika 1-5, SMK Kartika 1-1. SMK Kartika 1-2, SMP 1-7, TK 1-54, 1-55, dan TK 1-56. Para tamu, Wali murid, guru dan pengrurus yayasan.

Terpisah Kepala SMA Kartika Yetti SPd, awal sejarahnya Lemang ini, berawal dari perjalanan Syekh Burhanuddin seorang tokoh agama dari Pariaman yang pada waktu itu menyiarkan agama dari rumah ke rumah di pesisir Sumatera Barat setiap rumah ditawari makan lemang tersebut.

“ Pada waktu itu beliau sanksi kehalalan makanan ini karena ada yang menyajikan makanan dari daging tikus dan daging babi, lantas beliau serukan masyarakat di Pariaman untuk mencari bambu untuk bikin Lemang dialas didalamya pakai daun di alas agar steril di dalamnya dikasih beras ketan santan dimasak disajikan,” Urai Yetti

Berawal dari situ, Kata Yetti, maka ada tradisi yang sama dilakukan pada saat menyambut Maulid Nabi, bulan puasa, lebaran dan itu secara terus menerus sudah jadi tradisi di masyarakat Minangkabau untuk membuat lemang tersebut.

Harus diakui seiring perjalanan waktu akhir-akhir ini bergeser dengan era teknologi kebiasaan melamang ini sudah jarang ditemui kecuali daerah-daerah yang terpelosok, atau daerah pinggiran mereka masih melaksanakan tradisi melamang ini.

“ Disini Yayasan kita ingin kembali menghidupkan tradisi malamang ini karena makanan Lemang ini merupakan makanan khas Sumatera Barat dan rasanya enak kemudian disajikan dengan tapai yang terbuat dari beras ketan hitam dimakan dengan tapai dan berkembang lagi dimakan dengan Sari kayu,” tambahnya.

Jadi tujuannya kegiatan ini, kata Yetti adalah untuk menghidupkan kembali tradisi yang sudah mulai dilupakan bagi masyarakat Sumatera Barat, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa, mereka sekaligus mereka ingin mencoba untuk mengisikan beras itu ke dalam bambu karena mereka sudah jarang melihat termasuk para wali murid serta guru-guru.

“Melalui acara ini, kita ingin mereka betul-betul merasakan bahwa menyambut acara keagamaan itu di Sumatera Barat ada tradisi unik melamang yang selalu dilakukan oleh masyarakat sebelumnya dan kita hidupkan kembali,”Tutupnya (adi)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *